Minggu, 12 April 2026

Menaker Apresiasi Event Networking antara Pencari Kerja dengan Perusahaan yang Digelar Jababeka

Yassierli juga menegaskan pentingnya sinergi dari berbagai pihak untuk menjawab tantangan di bidang ketenagakerjaan, termasuk di Kabupaten Bekasi.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
SEMINAR DAN NETWORKING - Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli memberikan paparan dalam Seminar dan networking bertajuk Career Connect 2025: Motivasi Networking di aula Gedung PresUniv Convention Center, Kota Jababeka, Selasa (1/72025). Yassierli mengapresiasi penyelenggaraan seminar dan networking yang digelar Jababeka bersama President University (PresUniv) dan HR Forum Jababeka itu. 

WARTAKOTALIVE.COM — Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli mengapresiasi penyelenggaraan seminar dan networking yang digelar Jababeka bersama President University (PresUniv) dan HR Forum Jababeka.

Seminar dan networking bertajuk Career Connect 2025: Motivasi Networking itu digelar di aula Gedung PresUniv Convention Center, Kota Jababeka, Selasa (1/72025).

Acara ini dihadiri sekitar 2.000 peserta, termasuk pencari kerja, mahasiswa, serta pelaku industri, dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Career Connect 2025 diisi dengan dialog ketenagakerjaan bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, seminar motivasi dengan pengusaha dan motivator Andrie Wongso, sesi networking di mana hadir exhibitor perusahaan-perusahaan di Kawasan Industri Jababeka serta melakukan sesi interview bagi calon pekerja yang sudah terjadwal.

Yassierli menyampaikan apresiasi kepada Jababeka karena telah menginisiasi acara ini demi bisa menyerap tenaga kerja.

Yassierli menerangkan bahwa tantangan ketenagakerjaan di Indonesia ke depan tidak mudah.

Baca juga: Ribuan Umat Buddha akan Baca Tipitaka Bersama dalam Indonesia Tipitaka Chanting di Borobudur

Baca juga: Pemilik Rumah Singgah di Sukabumi Salurkan Uang Ganti Rugi Rp 100 Juta untuk Mushala dan Fasum

Dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) Yassierli menghimbau perusahaan sebaiknya melihat tidak hanya sebatas best practice, tapi bagaimana pengelolaan SDM di institusi perusahaan bisa tumbuh lebih produktif.

Karenanya, kata dia, harus dilakukan perpaduan best practice dan local wisdom atau kearifan lokal.

"Saya berharap Jababeka, bisa jadi percontohan yang ingin kita bangun, yaitu hubungan dengan tenaga kerja yang bukan sekedar transaksional, tapi punya tujuan bersama yaitu sejahtera bersama, sehingga membentuk ekosistem industri dan ekosistem itu semakin besar. Itulah solusi sebenarnya dari penyerapan tenaga kerja," kata Yassierli.

Yassierli juga menegaskan pentingnya sinergi dari berbagai pihak untuk menjawab berbagai tantangan di bidang ketenagakerjaan, termasuk di Kabupaten Bekasi. 

Sinergi itu mulai dari pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, sektor swasta, perguruan tinggi dan masyarakat luas.  

"Untuk Jababeka terima kasih (telah membuat acara ini), saya tunggu terobosan terobosan selanjutnya," pungkas Yassierli.

Baca juga: PNM Terbitkan Orange Bonds, Obligasi Pertama di Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan

Baca juga: Ajukan Uji Materi UU TNI ke MK, Ketua BEM UI Dapat Intimidasi: Kantor Ibu Saya Didatangi Babinsa

Chairman Jababeka dan founder President University, Setyono Djuandi Darmono menyatakan bahwa Jababeka mengambil inisiatif membuat acara ini sebagai empati atas banyaknya pengangguran akibat banyaknya PHK (pemutusan hubungan kerja) dan para pencari kerja yang sulit mendapatkan pekerjaan.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa terjadi karena efek AI yang telah masuk di beberapa pekerjaan dan secara eksternal akibat gesekan geopolitik yang membuat membuat menurunnya permintaan jasa maupun barang.

Bayang-bayang pengangguran juga tak lepas dari orang berstatus karyawan saat ini jika tidak melakukan upgrade diri.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved