Formula E Jakarta
Berpotensi Jadi Pemborosan Anggaran, PSI Minta Pemprov DKI Jakarta Evaluasi Formula E
Anggota DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana menilai, perhelatan Formula E 2025 tidak menguntungkan warga Jakarta.
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Sigit Nugroho
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana menilai, perhelatan Formula E 2025 tidak menguntungkan warga Jakarta.
"Kami memandang bahwa gelaran Formula E 2025 perlu dievaluasi secara menyeluruh, terutama terkait dampaknya terhadap warga Jakarta," kata Justin, Jumat (27/6/2025).
Justin menyoroti tingkat kehadiran penonton yang menurun dari tahun 2023 ke 2025.
Hal itu membuatnya ragu Formula E 2025 bisa balik modal terhadap investasi besar yang telah dikucurkan selama ini.
"Pada tahun 2023, Project Director Jakarta E-Prix menyatakan ada 100.000 penonton yang hadir di Ancol. Namun di tahun 2025, penyelenggara menyatakan hanya ada 23.000 penonton pada tanggal 21 Juni. Dengan asumsi seluruh penonton membeli tiket grandstand seharga Rp 1 juta, maka pendapatan dari tiket hanya sekitar Rp 23 miliar," jelas Justin.
Baca juga: Jelang Balap Mobil Formula E, Panitia Jual Tiket hingga Rp 10 Juta, Pramono Yakin Dongkrak Ekonomi
"Sementara itu, Jakpro selaku penyelenggara harus membayar commitment fee sebesar 5 juta poundsterling atau sekitar Rp 110 miliar dalam menyelenggarakan Formula E tahun ini. Artinya, dari tiket saja sudah pasti tidak balik modal," terang Justin.
Pria yang merupakan legislator asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga mempertanyakan seberapa besar keuntungan yang telah didapatkan dari sponsor-sponsor dan sumber-sumber pembiayaan lainnya.
Hal itu membuatnya semakin mempertanyakan keuntungan yang diperoleh dari penyelenggaraan acara tersebut.
"Kita tidak tahu secara pasti berapa pendapatan dari sponsor atau sumber lain, tetapi dengan jumlah penonton yang terus menurun dan tanpa transparansi keuangan yang memadai, kami menilai bahwa Formula E tidak dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Jakarta," tutur Justin.
Baca juga: Ada Pameran Replika Formula E, Pramono Ajak Warga Meriahkan Jakarta E-Prix 2025
"Justru, ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran, apalagi jika dibiayai dari BUMD yang seharusnya fokus pada pembangunan daerah dan pelayanan publik," ucapnya.
Justin menyatakan bahwa pihaknya mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus ibukota (DKI) Jakarta untuk mengevaluasi perhelatan Formula E secara menyeluruh.
"Kami di PSI akan selalu mendorong agar Pemprov DKI dan Jakpro melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manfaat Formula E, termasuk dampaknya terhadap keuangan BUMD dan masyarakat," jelas Justin.
Justin menegaskan bahwa setiap pengeluaran yang dilakukan untuk warga Jakarta harus memberikan manfaat yang nyata serta relevan terhadap kebutuhannya.
"Setiap rupiah yang digunakan harus memberikan manfaat nyata bagi warga, bukan hanya mendanai proyek prestisius yang belum tentu relevan dengan kebutuhan Jakarta saat ini," paparnya. (*)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Justin-Adrian-Untayana-menilai-Formula-E-2025-tidak-menguntungkan-warga-Jakarta.jpg)