Selasa, 28 April 2026

Budayawan Jelaskan Larangan Keluar Pada Malam 1 Suro hingga Mitos Kesialan

Bagi sebagian masyarakat Jawa, malam 1 Suro dianggap sebagai waktu yang sakral dan penuh makna spiritual.

dokumentasi Wartakotalive.com
MALAM 1 SURO - Dengan aksi berjalan kaki sambil menenteng obor, warga tampak bersemangat melantunkan shalawat, yang diiringi dengan dentuman gendang qasidah. Ada kepercayaan sebagian masyarakat malam 1 suro dilarang keluar rumah 

WARTAKOTALIVE.COM - Berbagai macam larangan dan mitos berseliweran tentang malam 1 suro. Benarkah demikian ? 

Malam 1 Suro merupakan malam awal bulan pertama dalam penanggalan Jawa.

Tahun ini, malam 1 Suro jatuh pada Kamis (26/6/2025) malam. 

Malam 1 suro juga bertepatan dengan tanggal 1 Muharram dalam penanggalan Islam, yang menandai awal tahun baru Hijriah. 

Bagi sebagian masyarakat Jawa, malam 1 Suro dianggap sebagai waktu yang sakral dan penuh makna spiritual.

Adapun salah satu kepercayaan yang berkembang adalah larangan untuk keluar rumah pada malam tersebut.

Baca juga: Ritual Mistis Menyambut Malam 1 Suro 2025, dari Semedi hingga Cuci Keris

Masyarakat percaya, keluar rumah tanpa tujuan yang jelas pada malam 1 Suro dapat membawa kesialan dan mendatangkan hal-hal buruk.

Lantas, benarkah tidak boleh keluar rumah saat malam 1 Suro?

Ini Penjelasan Budayawan Benarkah tidak boleh keluar rumah saat malam 1 Suro?

Budayawan sekaligus dosen Program Studi Ilmu Sejarah di UNS Surakarta, Tundjung Wahadi Sutirto, mengatakan kepercayaan bahwa pada malam 1 Suro tidak boleh keluar rumah sebenarnya berasal dari tradisi masyarakat pedesaan di masa lalu.

Pada masa itu, beredar mitos bahwa pada malam 1 Suro, Kanjeng Ratu Kidul mengutus para prajuritnya untuk berkunjung ke keraton, sehingga masyarakat dianjurkan untuk tetap berada di dalam rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Dimitoskan bahwa pada malam 1 Suro itu Kanjeng Ratu Kidul sedang mengutus prajuritnya untuk berkunjung ke keraton," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (24/6/2025).

Baca juga: Larangan Dalam Ritual Malam 1 Suro Bersamaan dengan Pergantian Tahun Baru Islam

"Dalam perjalanannya itu, daerah yang dilewatinya akan merasakan aura seperti suara deru angin yang kencang. Sehingga agar tidak terkena aura yang negatif karena ada makhluk halus yang lewat maka disyaratkan agar tinggal di dalam rumah saja," sambungnya.

Tundjung menjelaskan, di Jawa, lewatnya mahkluk halus itu dikiaskan dengan istilah lampor.

Menurut kepercayaan, munculnya lampor terjadi saat pergantian Tahun Baru Jawa dan Islam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved