Selasa, 28 April 2026

Ritual Mistis Menyambut Malam 1 Suro 2025, dari Semedi hingga Cuci Keris

Malam 1 suro 2025 akan jatuh pada Kamis (26/6/2025), bertepatan dengan malam pergantian Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. 

dok indonesia kaya
RITUAL 1 SURO - Ada beberapa ritual mistis diadakan untuk menyambut malam 1 suro 2025, di antaranya semedi, cuci keris, puasa dan lain sebagainya 

WARTAKOTALIVE.COM - Tahun Baru Islam selalu dikaitkan dengan malam 1 Suro. Bagi masyarakat Jawa menjadi hal yang sakral. 

Malam 1 suro 2025 akan jatuh pada Kamis (26/6/2025), bertepatan dengan malam pergantian Tahun Baru Islam 1447 Hijriah

Lalu apa yang dimaksud dengan malam 1 suro ? 

Ritual 1 Suro adalah ritual yang dilaksanakan masyarakat Jawa ketika masuknya bulan Muharram atau dalam penanggalan Jawa disebut dengan bulan Suro atau Suran.

Tradisi ini telah dilakukan orang Jawa sejak zaman Mataram Islam masa pemerintahan Sultan Agung, sebab berawal dari beliaulah lahirnya kalender Jawa yang awalnya berdasarkan tahun Saka agama Hindu, disesuaikan dengan Tahun Baru Islam Hijriah, tepatnya tahun 1633 Masehi atau 1555 dalam kalender Jawa. 

Baca juga: Larangan Dalam Ritual Malam 1 Suro Bersamaan dengan Pergantian Tahun Baru Islam

Malam satu Suro memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Jawa, disebabkan tiga hal yakni :  

Pertama, masyarakat Jawa memandang nilai-nilai spiritual dan mistik dalam pergantian tahun baru Jawa sebagai salah satu acuan dalam mengarungi kehidupan. 

Kedua, masyarakat Jawa tradisional percaya, jika malam satu Suro merupakan malam keramat atau sakral, terutama jatuhnya tepat pada hari Jumat.

Sebab secara kasat mata, bulan Suro merupakan momen di mana seluruh gerbang gaib terbuka. Pergantian tahun dianggap sebagai waktu bertemunya dunia gaib dan dunia manusia dalam kosmologi orang Jawa.

Oleh karena itu, banyak masyarakat melakukan interaksi khusus dengan makhluk gaib sesuai kepercayaan mereka, sehingga dijuluki sebagai bulan keramat. 

Ketiga, bulan Suro bagi masyarakat Jawa dianggap sebagai bulan keprihatinan.

Tidak tepat melakukan kegiatan pesta di bulan seperti itu, karena diyakini akan berakibat tidak baik jika ketentuan itu dilanggar. 

Demi mendapat keselamatan, pada bulan Suro sangat dianjurkan untuk kegiatan tirakatan atau mendekatkan diri kepada Tuhan.

Budayawan Ahmad Tohari yang dikutip dari goodnewsfromindonesia.id juga menjelaskan bahwa bulan Suro dianggap sebagai bulan keprihatinan bagi masyarakat Jawa karena terkait dengan tragedi Karbala yang melepaskan cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW, Husain Ali bin Abi Thalib.

Sehingga larangan menggelar hajatan pada bulan Suro itu muncul sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya dua cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW. 

Ritual mistis menyambut malam 1 suro 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved