Gelar Forum Bisnis, President Club Hadirkan CIO Danantara
Prof Chandra Setiawan mengungkapkan bahwa forum bisnis ini membuka wawasan baru tentang potensi Danantara dalam mengelola asset negara secara efisien.
WARTAKOTALIVE.COM — President Club kembali menggelar Forum Bisnis dengan mengangkat tema Prospek Danantara menuju Sovereign Fund Bertaraf Dunia.
Forum Bisnis yang dihadiri sekitar 300 pengusaha, akademisi, dan pejabat pemerintahan ini digelar di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Lewat tema tersebut, forum ini bertujuan memaparkan visi Danantara sebagai sovereign fund Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
President Club merupakan kumpulan komunitas pengusaha, akademisi, dan pejabat pemerintahan yang berdiri sejak 2011, dan kini memiliki lebih dari 1.200 anggota.
Klub ini rutin menggelar diskusi bulanan untuk memperluas jejaring investasi dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Executive Director President Club, Prof Chandra Setiawan mengungkapkan bahwa forum bisnis ini membuka wawasan baru tentang potensi Danantara dalam mengelola asset negara secara efisien.
Baca juga: Pilih Fokus Kerja, Pramono Tidak Tertarik Dongkrak Popularitas lewat Konten di Sosmed
Baca juga: Antisipasi Perang Iran dan Israel Berlanjut, Begini Skema Terburuk yang Disiapkan Lemhannas
“Kami berharap diskusi ini memperkuat strategi investasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujar Prof Chandra Setiawan dalam keterangan resminya.
Forum ini menghadirkan Pandu Patra Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara; U. Saefudin Noer, penulis buku Fenomena Sovereign Wealth Fund, dan Budiman Tanuredjo, pembawa acara Satu Meja Kompas TV, sebagai moderator.
Diskusi berfokus pada strategi Danantara untuk mengelola aset negara secara optimal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Pandu Patra Sjahrir menjelaskan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang dibentuk di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, bertugas mengelola dividen BUMN dan dua jenis holding: investment dan operasional.
“Danantara mengelola operasional 889 perusahaan BUMN, dengan kepemilikan hampir 100 persen, untuk melakukan korporatisasi guna menghasilkan dividen bagi investment holding. Dividen ini diinvestasikan kembali ke perusahaan dalam dan luar negeri untuk tujuan komersial,” ujar Pandu Patra Sjahrir.
Dia menambahkan, Danantara berkomitmen menerapkan good governance dan meritokrasi, termasuk menempatkan talenta terbaik di BUMN seperti Pertamina dan Telkom.
Baca juga: Komisi C DPRD DKI Jakarta Tinjau RSUD Tarakan Cideng, Evaluasi Optimalisasi Dana BLUD
Baca juga: Presiden Iran Turun ke Jalan, Serukan Perlawanan terhadap AS
“Meski sering dibandingkan dengan Temasek Singapura, yang telah beroperasi selama 50 tahun, Danantara baru berjalan 20 minggu,” kata Pandu.
“Tantangan terbesar kami adalah SDM. Kami fokus merekrut talenta global melalui headhunter untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo, menciptakan dampak dan warisan jangka panjang,” sambungnya.
U. Saefudin Noer menyambut baik pendekatan profesional Danantara.
| Setahun Danantara, KAI Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi 4.000 Siswa |
|
|---|
| Rosan Roeslani Sebut RI Siap Beli 50 Pesawat Boeing dari AS |
|
|---|
| Soroti Status Kemitraan di PT Pos Indonesia, FSP ASPEK Indonesia Bakal Gelar Aksi di Wisma Danantara |
|
|---|
| Danantara dan BP BUMN Kebut Pembangunan Ratusan Huntara di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Ketika Rosan Roslani Minta Bertemu Prabowo, Bahas Kampung Haji hingga Perumahan Korban Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/President-Club-23-Jun.jpg)