Senin, 1 Juni 2026

Layanan Kesehatan

Didemo Sekelompok Pemuda, Ini Kata Direktur RSUD dr Harjono Kabupaten Ponorogo

Didemo Sekelompok Pemuda, Ini Kata Direktur RSUD dr Harjono Kabupaten Ponorogo

Tayang:
Istimewa
DIREKTUR RSUD BICARA - Puluhan pemuda menggeruduk Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) dr Harjono, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (23/6/2025). Massa yang berasal dari Pemuda Peduli Ponorogo itu, hendak menyuarakan keprihatinan terhadap kualitas pelayanan rumah sakit milik pemerintah tersebut, yang dianggap tak memadai, hingga membuat Direktur RSUD angkat bicara. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Puluhan pemuda menggeruduk Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) dr Harjono, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (23/6/2025).

Massa yang berasal dari Pemuda Peduli Ponorogo itu, hendak menyuarakan keprihatinan terhadap kualitas pelayanan rumah sakit milik pemerintah tersebut, yang dianggap tak memadai. 

Keluhan masyarakat terhadap RSUD dr Harjono, disebut bukan hal baru.

Baca juga: Marbot Masjid di Ponorogo Tewas di Tangan Anak Kandung yang Diduga Gangguan Jiwa

Persoalan ini mulai dari antrean panjang, keterbatasan fasilitas, sampai kurangnya tenaga medis. 

"Kesehatan adalah hak dasar rakyat, dan kami menilai RSUD belum menunjukkan upaya maksimal untuk memperbaiki kualitas pelayanannya," ujar koordinator aksi, Wijaya. 

Mereka juga menyoroti dugaan permainan pengadaan alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan di rumah sakit itu.

Pemuda Peduli Ponorogo pun menuntut, agar RSUD dipimpin oleh sosok yang berintegritas dan profesional. 

"Kami minta klarifikasi atas isu-isu itu, agar tidak menjadi bola liar yang menggerus kepercayaan publik," ucap Wijaya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Harjono, dr. Yunus Mahatma, mengakui bahwa persoalan antrean panjang pasien memang masih terjadi di rumah sakit.

Bahkan, kata dia dalam satu hari RSUD bisa menerima lebih dari 1.000 pasien. 

Walau begitu, menurutnya hal tersebut justru menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSUD.

"Sejak saya masuk pada tahun 2022, pendapatan rumah sakit hanya sekitar Rp90 miliar. Tapi saya dan tim bekerja keras, memperbaiki sistem pelayanan, memperluas fasilitas, hingga pada 2024 pendapatan melonjak menjadi Rp164 miliar," jelas Yunus.

Adapun salah satu pencapaian yang Yunus soroti, yaitu pembangunan Unit Gawat Darurat (UGD) terbesar untuk ukuran kabupaten, bahkan diklaim menjadi yang terbesar di Indonesia. 

"Kami konsepkan one stop service. Pasien cukup diperiksa di RS, dan obat langsung diantar ke rumah untuk mengurangi antrian," kata dia.

Baca juga: Pasien di IGD Kerap Overload, Begini Penjelasan RSUD Karawang

RSUD dr Harjono sendiri, saat ini berstatus tipe B pendidikan, dengan layanan unggulan seperti jantung, paru, hingga instalasi rawat inap modern. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved