Minggu, 12 April 2026

Berita Jakarta

Cerita Pasutri Pengamen Ondel-ondel, Kucing-kucingan dengan Satpol PP hingga Dipalak Preman

Sepasang suami istri, Adi (26) dan Listi (27), tak bisa berbuat banyak kala Pemrov DKI Jakarta hendak meresmikan larangan mengamen dengan ondel-ondel.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
PENGAMEN ONDEL-ONDEL - Pasangan suami istri, Adi (26) dan Listi (27), tak bisa berbuat banyak kala Pemrov DKI Jakarta hendak meresmikan larangan mengamen dengan ondel-ondel. Selama menjadi pengamen ondel-ondel, mereka pernah merasakan berbagai pengalaman. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH — Sepasang suami istri bernama Adi (26) dan Listi (27), tidak bisa berbuat banyak kala pemerintah provinsi (Pemrov) DKI Jakarta hendak meresmikan aturan soal larangan mengamen menggunakan ondel-ondel.

Pikirannya buntu sekaligus bingung ketika mencari alternatif lain dalam mencari nafkah. 

Pasalnya, Adi dan Listi sudah 8 tahun bergantung hidup menjadi pengamen ondel-ondel.

Tak terhitung berapa kilometer jarak yang sudah ditempuhnya. Namun, kedunya tetap melakoni profesi ini demi menghidupi 1 orang anaknya yang masih berusia 3 tahun.

"Mau gimana lagi, nyari kerja kan susah, yang S1 S2 juga banyak yang nganggur," kata Adi kepada Warta Kota beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, penghasilan dari mengamen ondel-ondel tidaklah seberapa, dibandingkan dengan rasa lelah berjalan kaki sekaligus menggendong boneka Betawi yang memiliki bobot lebih dari 7 kilogram itu.

Rumah ke rumah keduanya datangi demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk keperluan makan dan membeli susu anak.

Ditambah lagi, ia masih harus membayar setoran menyewa ondel-ondel sebesar Rp 50.000 dalam sehari.

Tak ayal, jika Adi dan Listi kerap pulang dengan tangan kosong lantaran kehabisan ongkos dan beban membayar sewa.

"Kadang (dapat) Rp 100.000, itu juga buat ongkos bajaj, kami pulang balik Rp 60.000 (untuk bajaj). Kadang kami enggak megang duit, buat setoran doang sama bajaj," tutur Adi sedikit berkaca-kaca.

Baca juga: Tanggapan Pengamen Ondel-ondel saat Dituding Lecehkan Budaya Betawi

"Kalau lagi musim hujan kayak sekarang gini, Rp 50.000 itu belum tentu (dapat)," imbuhnya.

Padahal, keduanya sudah memulai mengamen sejak pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB dan berkeliling di wilayah Palmerah, Jakarta Barat. 

Sementara itu, Listi bercerita jika dirinya masih harus membayar sewa kontrakan Rp 700.000 sebulan.

Dengan kondisi yang morat marit seperti ini, Listi berharap ada keringanan yang diberikan untuk pengamen ondel-ondel sepertinya.

Entah difasilitasi tempat mengamen atau tampil di sejumlah festival, agar ia tak benar-benar kehilangan pekerjaan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved