Selasa, 7 April 2026

Berita Internasional

Los Angeles Membara, Gerai Apple dan Adidas Kena Jarah

Kerusuhan yang meluas menyebabkan sejumlah toko besar dan usaha lokal menjadi sasaran penjarahan

Editor: Joanita Ary
Tribunnews.com
PENJARAHAN DI APPLE STORE -- Kerusuhan yang meluas menyebabkan sejumlah toko besar dan usaha lokal menjadi sasaran penjarahan. Gerai-gerai ternama seperti Apple, Adidas, Nike Air Jordan, Shoe Palace, hingga apotek CVS dan T-Mobile ludes dijarah. 

WARTAKOTALIVECOM -- Gelombang protes di Los Angeles kembali menjadi sorotan dunia setelah demonstrasi menentang kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump berujung pada kerusuhan besar-besaran.

Padahal sebenarnya aksi ini  awalnya berlangsung damai.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap operasi penegakan hukum imigrasi oleh ICE dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di kawasan padat imigran seperti Garment District dan Compton pada Jumat, 6 Juni 2025.

Namun, suasana berubah drastis ketika aparat membubarkan massa dengan gas air mata dan peluru karet, memicu bentrokan hebat antara demonstran dan polisi.

Penjarahan Massal dan Kerusakan

Kerusuhan yang meluas menyebabkan sejumlah toko besar dan usaha lokal menjadi sasaran penjarahan.

Gerai-gerai ternama seperti Apple, Adidas, Nike Air Jordan, Shoe Palace, hingga apotek CVS dan T-Mobile ludes dijarah.

Bahkan, restoran dan toko-toko lokal di kawasan Little Tokyo juga tak luput dari amukan massa.

Dalam berbagai video yang beredar, tampak toko perhiasan dirusak dan barang dagangan dikeluarkan dari rak.

Seorang saksi mata menyebutkan bahwa para penjarah datang dengan persiapan, membawa alat dan gergaji untuk membongkar pintu toko.

Kepolisian Los Angeles (LAPD) telah menangkap sedikitnya 14 orang terkait penjarahan ini, termasuk seorang perempuan yang terlibat perampokan di Apple Store.

Duka Pemilik Usaha “Bukan Hanya Barang, Tapi Harapan yang Hilang”

Bagi para pemilik bisnis, kerusuhan ini bukan hanya soal kehilangan barang dagangan.

Banyak dari mereka membangun usahanya dari nol, menaruh seluruh harapan dan kerja keras bertahun-tahun.

Kini, bukan hanya etalase yang hancur, tetapi juga harapan dan masa depan mereka.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved