Berita Nasional
Pengamat UI Ingatkan Dampak PHK, Pengangguran Berpotensi Memicu Orang Jadi Perampok dan Teroris
Saat ini perusahaan seperti berlomba melakukan PHK. Mereka akan lega jika PHK dilakukan setelah mengalami kerugian. Ternyata, dampak sosialnya fatal.
"Kemiskinan saja tidak bisa menyebabkan orang menjadi pelaku teror. Jadi, bukan kemiskinan saja," ucapnya.
"Artinya, kelompok teroris bisa memanfaatkan orang-orang yang miskin untuk menjadi radikal atau teroris," imbuhnya.
Di sisi lain, Sapto mengapresiasi langkah pemerintah, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dalam mencegah ekstremisme melalui berbagai program sinergis lintas kementerian dan lembaga.
"Yang saya lihat, pencegahan itu yang melakukan bukan hanya pemerintah saja, dalam hal ini BNPT," ujarnya.
"Tapi juga sudah ada sinergisitas dengan kementerian lainnya dan beberapa LSM yang punya program-program terkait. Artinya, bahwa memang pemerintah sudah melakukan upaya yang optimal dalam mencegah radikalisme," ucap Sapto.
Sebelumnya, Partai Buruh dan Koalisi Serikat Pekerja melaporkan telah terjadi 70.000 PHK sejak awal tahun.
Sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan angka PHK sepanjang 2025 bisa menyentuh 250.000 orang.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09
| Minta Prabowo-Gibran Mundur, Pegawai Pajak Ini Resmi Dipecat dari Jabatannya |
|
|---|
| Terindikasi Ilegal, PT KAI akan Tutup 1.864 Perlintasan Sebidang Kereta di Seluruh Indonesia |
|
|---|
| Natalius Pigai Tak Akan Lindungi Amien Rais Soal Seskab Teddy: Tidak Bermartabat! |
|
|---|
| Seleksi Koperasi Merah Putih Resmi Tanpa Biaya, Zulhas Sikat Calo Rekrutmen |
|
|---|
| Dukung Indonesia Emas, SNJ Siapkan Generasi Berkualitas Lewat Pelatihan Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/JOB-FAIR-Ribuan-pencari-kerja-di-President-University-Convention-Center-Jababeka-Cikarang.jpg)