DBD dan Cikungunya di Karawang Jabar Capai 500 Kasus Selama Maret dan April 2025
Berdasarkan data periode Maret dan April 2025, jumlah kasus DBD dan Cikungunya di Karawang, Jawa Barat, tembus hingga sebanyak 500 kasus.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Sigit Nugroho
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), mencatat kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) dan Cikungunya alamI peningkatan dalam dua bulan terakhir.
Berdasarkan data periode Maret dan April 2025, jumlah kasus DBD dan Cikungunya tembus hingga sebanyak 500 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang dr Endang Suryadi mengatakan, atas peningkatan itu terbit surat edaran Bupati Karawang Nomor 100.3.4/1228/Dinkes tentang Kewaspadaan Peningkatan Kasus dan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD dan Cikungunya Tahun 2025.
"Kewaspadaan ini diberlakukan, karena adanya tren peningkatan kasus," kata Endang kepada awak media pada Jumat (30/5/2025).
Endang berujar, seluruh jajaran Dinkes dan Puskesmas diminta wasapda dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyakit DBD dan Cikungunya.
Baca juga: Setiap Jumat Rutin Jumantik, PKK RW 05 Cilangkap Pastikan Warganya Bebas dari DBD
Dari data kasus yang cukup tinggi ini menjadi alarm kuat untuk mencegah agar jangan sampai masuk atau ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kalau sudah masuk KLB, penanganannya jauh lebih kompleks. Maka kita harus mencegah dari sekarang," jelas Endang.
Endang memaparkan, kasus DBD dan Cikungunya banyak terjadi di wilayah padat penduduk seperti perkotaan, terutama perumahan.
Artinya, kasus ini tidak selalu terjadi di kawasan kumuh. Tetapi di komplek perumahan juga cukup tinggi.
"Tempat-tempat seperti kaleng bekas, botol berisi air, hingga tempat minum burung sering kali jadi sarang nyamuk. Saat musim hujan genangan air tidak cepat kering, dan dalam 7-10 hari, jentik-jentik nyamuk sudah berubah jadi nyamuk dewasa," papar Endang.
Baca juga: Kasus DBD di Jakarta Barat Bikin Serem, Sudinkes Kerahkan Jumantik
Endang menerangkan bahwa pihaknya saat ini sedang menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui program pencegahan 5M (menguras, menutup, mendaur ulang, memantau tempat penampungan air dan menghindari gigitan nyamuk).
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menunda pengobatan jika mengalami gejala DBD atau Cikungunya.
Jika terlambat, lanjut Endang, bisa berdampak lebih parah dan beralih menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS) yang berujung pada kematian apabila tidak cepat ditangani.
"Kalau panas tidak turun-turun, muncul bintik-bintik merah atau mimisan, segera ke fasilitas yang. DSS merupakan bentuk paling parah dari DBD yang ditandai dengan penurunan tekanan darah drastis, kulit lembap dan dingin hingga gagal organ," tutur Endang.
Endang berharap melalui surat edaran dan kampanye pencegahan masif, masyarakat lebih sigap dan aktif mencegah penyebaran DBD maupun Cikungunya, agar Karawang tidak perlu menghadapi status KLB di tahun 2025.
"Ini tanggungjawab bersama, jaga kebersihan dan hindari genangan air yang menjadi sarang nyamuk DBD," kata Endang. (MAZ)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Mobil Dinas Dikandangkan, Wabup Karawang ke Kantor Naik Kereta Lokal |
|
|---|
| Hemat BBM, Bupati Karawang Kumpulkan Mobil Dinas Sekda hingga Pejabat Eselon II |
|
|---|
| Pantau Ketat WFH, ASN Karawang Wajib Aktifkan GPS pada Aplikasi SIM-ASN |
|
|---|
| Kejari Karawang Awasi Dapur MBG Lewat Aplikasi Jaga Dapur MBG: Ada Hotline Pengaduan |
|
|---|
| Rotasi dan Mutasi 561 Kepala Sekolah, Bupati Karawang Tegaskan Tak Ada Praktik Jual Beli Jabatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kasus-DBD-Jakarta-bulan-April.jpg)