Minggu, 17 Mei 2026

Simak, Ini Beberapa Syarat dan Ketentuan Supaya Hasil Sterilisasi Kucing Lebih Optimal

Dokter Hewan PT Wersut Seguni Indonesia, drh Aji Pangestu Suwardi,mengatakan bahwa syarat utama melakukan sterilisasi pada kucing, yaitu usia.

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Sigit Nugroho
WartaKota/Nuri Yatul Hikmah
PROSES STERILISASI KUCING - Proses sterilisasi kucing di wilayah Tamansari, Jakarta Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ada sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dilakukan pencinta kucing (cat lovers) sebelum membawa anabulnya untuk sterilisasi.

Syarat ini penting diketahui agar hasil sterilisasi bisa maksimal dan tak menimbulkan efek samping berlebih.

Dokter Hewan PT Wersut Seguni Indonesia, drh Aji Pangestu Suwardi, mengatakan bahwa syarat utama yang perlu diperhatikan adalah usia.

"Pada kucing jantan dan betina sebaiknya dilakukan pada usia yang matang, yaitu kisaran antara 8 (bulan) sampai 1 tahun," kata Aji kepada Wartakotalive.com, Kamis (29/5/2025).

Batasan umur itu harus diperhatikan sebab pada saat proses kastrasi pada kucing jantan dan ovariectomy pada betina, organ reproduksi menjadi sasaran utamanya.

Sementara pada kucing yang masih belia, organ reproduksinya masih sangat kecil.

Baca juga: Sterilisasi Dapat Tekan Populasi Kucing, Ini Dampaknya untuk Kesehatan Anabul

"Selain itu juga agar hormon pada satwa tersebut bisa stabil terlebih dahulu," ucap Aji.

Selain umur, hal lain yang harus diperhatikan catlovers juga adalah kesehatan kucing dan kondisinya yang tidak sedang birahi 

"Kenapa kucing tidak dalam kondisi birahi?, karena pada saat tidak birahi tersebut organ reproduksi akan normal," terang Aji.

"Apabila kucing birahi atau dalam kondisi sedang hamil atau menyusui, maka organ reproduksinya akan tervaskularisasi darah secara optimal, sehingga rawan terjadinya bleeding (pendarahan) pada saat pengambilan organ," tutur Aji.

Aji menyarankan agar pemilik memerhatikan tingkah kucingnya tatkala hendak sterilisasi.

Termasuk juga memastikan agar kucingnya sudah berpuasa terlebih dahulu sebelum sterilisasi.

Baca juga: Sterilisasi Kucing Terbanyak, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Terima Rekor MURI

"Itu SOP (standar operasional prosedur) yang kami lakukan, operasi tersebut harus dalam kondisi puasa minimal 12 atau 24 jam untuk menghindari efek samping pasca bius," jelas Aji.

Pasalnya pada saat proses kastrasi atau ovariectomy, kucing akan dibius total untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti muntah dan lain sebagainya.

Selain itu, pemberian vaksin pada kucing perlu dilakukan pemilik sevelum sterilisasu dilakukan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved