Ijazah Jokowi

Dokter Tifa Beberkan Analisa Soal Perbedaan Bentuk Map UGM, Tidak Percaya Ijazah Jokowi Asli

Tifauzia Tyassuma atau dikenal sebagai Dokter Tifa kembali mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi yang diklaim lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).

@DokterTifa
IJAZAH JOKOWI - Tifauzia Tyassuma atau dikenal sebagai Dokter Tifa kembali mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi yang diklaim lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Map ijazah UGM yang benar menurutnya adalah berbentuk landscape atau horizontal, hal ini berbeda dengan milik Jokowi yang portrait atau vertikal. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi tidak kunjung selesai. 

Tifauzia Tyassuma atau dikenal sebagai Dokter Tifa kembali mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi yang diklaim lulusan dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebelumnya Bareskrim Polri telah mengumumkan bahwa ijazah Jokowi asli dan benar-benar lulus dari Fakultas Kehutanan UGM berdasarkan penyelidikan. 

Dokter Tifa mengungkapkan analisanya melalui akun media sosial X miliknya @DokterTifa seperti dilihat Jumat (23/5/2025). 

Analisa Dokter Tifa itu lantaran adanya perbedaan mendasar dari map ijazah Jokowi.

Menurut Dokter Tifa, map ijazah UGM aslinya berbentuk landscape atau horizontal. 

Hal itu berbeda dengan map ijazah UGM Jokowi yang terlihat portrait atau vertikal.  

Dokter Tifa bukan tanpa alasan mengungkapkan analisanya perihal map ijazah. 

Pasalnya sejak dulu, map ijazah UGM tersebut selalu landscape atau horizontal. 

Keluarga Dokter Tifa yang diklaim lulusan UGM, juga mendapatkan map serupa. 

Baca juga: Hensat Maklumi Polisi Umumkan Ijazah Jokowi Asli: Kalau Dinyatakan Palsu Bisa Ditertawakan Dunia

Dokter Tifa menceritakan bahwa kedua orang tuanya dan kedua kakaknya juga merupakan lulusan UGM. 

Map ijazah yang diterima dari UGM sama berbentuk landscape atau horizontal. 

"Map ijazah Sarjana S1 UGM seperti ini
Sejak Ayah &  Ibu saya wisuda UGM  tahun 1968 dan 1970
Sejak kedua Kakak saya wisuda UGM  tahun 1990 dan 1991
Sejak saya wisuda UGM tahun 1995," tulis Dokter Tifa

Tidak hanya itu, ada ciri-ciri tertentu yang bisa dilihat dari map ijazah UGM itu. 

Ada logo UGM dilengkapi dengan tulisan Universitas Gadjah Mada. 

Sementara pada bagian belakangnya terlihat polos tanpa tulisan. 

"Mapnya bentuk landscape/horizontal, bagian depan dua bagian, 
Bagian atas ada logo UGM dan tulisan Universitas Gadjah Mada
Bagian bawah plastik bening
Bagian belakang hitam polos tanpa tulisan," katanya. 

Tidak lupa Dokter Tifa juga memberikan contoh bagaimana map tersebut ketika diisi dengan ijazah. 

Ketika diisi ijazah, maka penampilan seperti foto kedua.

Segala bukti itu lalu diakhiri dengan pertanyaan mengapa ada yang berbeda terkait ijazah Jokowi.

"Jadi ketika versi lain di foto ketiga, map hitam, portrait/vertikal, logo UGM vertikal di bawah ada nama dst, saya jadi bingung, itu map ijazah UGM cabang  mana?" Tulis Dokter Tifa

"Apakah ada yang bisa memberi pencerahan, barangkali saya salah?" Katanya. 

IJAZAH JOKOWI - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengambil ijazahnya yang dulu diminta oleh penyidik saat diperiksa di Bareskrim Polri. Setelah diperiksa oleh penyidik, Jokowi terlihat menenteng map hitam berisi ijazahnya saat menemui wartawan di depan lobi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025).
IJAZAH JOKOWI - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengambil ijazahnya yang dulu diminta oleh penyidik saat diperiksa di Bareskrim Polri. Setelah diperiksa oleh penyidik, Jokowi terlihat menenteng map hitam berisi ijazahnya saat menemui wartawan di depan lobi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025). (Kompas.com/Shela Octavia)

Ijazah Asli

Proses penyelidikan laporan dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) resmi dihentikan oleh Bareskrim Polri.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan keputusan untuk menghentikan proses penyelidikan itu lantaran tidak ada unsur pidana. 

Sebelumnya telah dilakukan gelar perkara untuk memperoleh kepastian hukum perihal kasus dugaan ijazah palsu.

"Bahwa terhadap hasil penyelidikan tidak ditemukan tindak pidana," ucapnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).

Sebelumnya penyelidikan dilakukan berdasar laporan berupa pengaduan masyarakat (dumas) atas nama pengadu Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana.

"Penyelidikan ini bukan sekedar menjawab dumas tapi juga memberikan pemahaman ke masyarakat terkait fakta yang didapat," paparnya.

Pihak kepolisian telah melakukan uji laboratorium forensik ijazah Jokowi di SMAN 6 Solo dan Fakultas Kehutanan UGM.

Hasilnya penyelidik mendapatkan dokumen asli ijazah sarjana kehutanan nomor 1120 atas nama Joko Widodo dengan NIM 1681KT Fakultas Kehutanan UGM pada tanggal 5 November 1985.

"Dokumen ijazah Jokowi diuji secara laboratoris berikut sampel pembanding dari tiga rekan pada masa menempuh perkuliahan di fakultas kehutanan UGM," kata Djuhandhani. 

Baca juga: Roy Suryo Dapat Lawan Tangguh Debat Soal Ijazah Jokowi, Bikin Ogah Jawab Saat Dicecar Advokat Muda

Proses pembuktian dilakukan dengan memanfaatkan pembanding serupa dengan hasilnya tidak ada mencurigakan. 

"Uji pembuktian dilakukan dengan pembandingan produk yang sama di mana hasilnya identik," paparnya.

Mabes Polri berharap situasi negara ini menjadi semakin tenang setelah adanya jawaban pasti mengenai polemik ijazah palsu yang berkembang di tengah masyarakat.

Ambil Ijazah

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengambil ijazahnya yang dulu diminta oleh penyidik saat diperiksa di Bareskrim.

Setelah diperiksa oleh penyidik, Jokowi terlihat menenteng map hitam saat menemui wartawan di depan lobi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025).

"(Selain diperiksa) Saya mengambil ijazah yang saat lalu diantarkan ke Bareskrim dan sudah saya ambil," kata Jokowi di lobi Bareskrim, Selasa.

Map hitam itu yang disebut sebagai ijazah Jokowi itu berlogo Universitas Gajah Mada yang warnanya mulai pudar.

Warna map berukuran A4 itu sudah terlihat memudar.

Di atas logo UGM terdapat tulisan 'Universitas Gajah Mada' dan 'Ir Joko Widodo'.

Nama Jokowi yang tertera di buku hitam itu juga terlihat sudah memudar.

Begitu juga keterangan di bagian bawah yang tidak lagi bisa dibaca.

Meski ijazah yang disebut asli ini sudah di tangan, Jokowi masih enggan untuk memperlihatkan ijazahnya ke publik.

Jokowi mengatakan, ijazah ini akan ditunjukkannya nanti saat dibutuhkan di persidangan.

"Ijazah nanti akan kami buka pada saat diminta oleh pengadilan, oleh hakim," jelas Jokowi.

Pengacara Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, ijazah-ijazah Jokowi ini sempat dibuka di hadapan penyidik.

"Sempat, sempat (dibuka), pertanyaan-pertanyaannya juga seputaran ijazah tersebut," kata Yakup.

Ia mengatakan, ijazah ini juga sebelumnya diminta untuk diperiksa di laboratorium forensik (labfor).

Saat ini, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari Polri terkait dari hasil pemeriksaan di labfor.

"Ijazah tersebut sudah disampaikan dari minggu lalu, tentunya dari pihak penyelidik juga sudah melakukan Puslabfor dan semua yang diperlukan, kami juga masih menunggu hasilnya," kata Yakup.

Jokowi diketahui tiba di Bareskrim sekitar pukul 09.42 WIB.

Artinya, ia diperiksa penyidik selama kurang lebih satu jam.

Saat berada di dalam ruang pemeriksaan, Jokowi mengaku ditanya sebanyak 22 pertanyaan seputar skripsi hingga aktivitasnya selama kuliah.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved