Warga Garut Bantah Pungut Amunisi Garut, Sebut Bekerja Dibayar TNI
Warga Garut, Jawa Barat membantah telah memungut sisa amunisi yang meledak di saat hendak dimusnahkan TNI.
WARTAKOTALIVE.COM - Warga Garut, Jawa Barat membantah telah memungut sisa amunisi yang meledak di saat hendak dimusnahkan TNI.
Bantahan itu disampaikan salah satu keluarga korban kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Selasa (13/5/2025) seperti dimuat TribunJabar.
Dedi Mulyadi menyambangi keluarga korban tewas yang hendak melakukan antemortem.
Dalam kesempatan tersebut salah satu keluarga korban yang juga bekerja saat peledakan amunisi mengungkapkan kronologi kejadian kepada pemimpin tertinggi di Jawa Barat itu.
Keluarga korban membantah sejumlah tudingan yang menyebut bahwa mereka memungut sisa amunisi yang sudah dimusnahkan.
Adapun kata keluarga korban, dirinya bekerja untuk TNI memusnahkan sisa amunisi kadaluarsa.
Mereka membantu TNI mempreteli amunisi sebelum direndam ke dalam air.
Dia mengaku sudah bekerja selama 10 tahun untuk TNI setiap ada proyek pemusnahan amunisi.
Namun kata dia, selama ini peledakan itu berjalan aman apabila diterapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Salah satu pekerja pemusnahan amunisi itu juga mengaku tidak mendapatkan pelatihan khusus untuk melakukan pemusnahan amunisi.
Mereka mengaku hanya belajar otodidak dan hingga sampai mengerti mana amunisi yang berbahaya dan sudah tidak berbahaya.
“Seharusnya amunisi yang dimusnahkan itu sudah tidak berbahaya Pak,” kata pria yang mengaku sebagai adik korban bernama Yus.
Banyak korban sipil yang tewas dalam ledakan amunisi kadaluarsa di Garut, Jawa Barat pada Senin (12/5/2025).
Baca juga: Dedi Mulyadi Angkat Anak hingga Biayai Semua Anak Korban Meninggal Insiden Ledakan Amunisi di Garut
Dilaporkan sebanyak 13 orang tewas dalam ledakan amunisi yang sudah direncanakan TNI sebelumnya.
Amunisi tersebut sengaja diledakkan lantaran hendak dimusnahkan karena sudah tidak layak pakai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Dedi-MULYADI-JENGUK-KELUARGA-KORBAN.jpg)