Jumat, 10 April 2026

Ketum Forum Alumni Siswa Pecinta Alam Terpilih lagi, Begini Komentar Disdik DKI Jakarta

Adjie Rimbawan kembali terpilih sebagai Ketua Umum Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (Fasta) periode 2025-2030 dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-2.

|
(Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)
MUBES KE-2 FASTA - Adjie Rimbawan Ketua Umum Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (Fasta) dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-2, di Aula Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sabtu (10/5/2025) malam. Adjie terpilih kembali secara aklamasi menjadi Ketum Fasta Periode 2025-2030. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Adjie Rimbawan kembali terpilih sebagai Ketua Umum Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (Fasta) periode 2025-2030 dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-2.

Acara ini digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sabtu (10/5/2025) malam.

Adjie terpilih secara aklamasi untuk periode 2025-2030. Dalam pemilihan itu Adjie memperoleh 22 suara dari 27 pemilik suara.

Pemilihan ini mengukuhkan kepercayaan para alumni Sispala se-DKI Jakarta terhadap kepemimpinan Adjie dalam membawa Fasta menuju arah yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Adjie mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.

Dia juga menyampaikan rencana besar untuk membenahi Fasta melalui tiga fase strategis.

“Saya punya misi jangka panjang dalam membenahi Fasta. Hal-hal yang sempat membuat Fasta kurang mendapat tempat di lingkungan pecinta alam akan segera kami perbaiki,” ujar Adjie pada Sabtu (10/5/2025) malam.

Baca juga: Peringati HUT ke-79 RI, Ratusan Siswa Pecinta Alam DKI Bakal Kibarkan Merah Putih di Gunung Gede

Adjie menjelaskan, fase pertama akan difokuskan pada tata kelola organisasi dan revitalisasi.

Dia menilai selama ini Fasta belum menampilkan terobosan berarti dan perlu pembenahan internal.

“Revitalisasi penting karena selama beberapa waktu terakhir Fasta berjalan begitu saja, tanpa ada gebrakan baru,” katanya.

Fase kedua, lanjut Adjie, akan berfokus pada penguatan kapasitas siswa pecinta alam agar lebih mumpuni dan diandalkan, khususnya dalam aspek lingkungan hidup.

Dalam fase ini, pendekatan kepada sekolah-sekolah akan menjadi prioritas utama.

“Penting bagi pihak sekolah memahami bahwa keberadaan Sispala bukan hanya soal prestasi ekskul, tapi soal pembentukan karakter,” jelasnya.

Pada fase ketiga, Adjie menekankan pentingnya mengubah paradigma terhadap Sispala.

Menurutnya, siswa pecinta alam harus dilihat sebagai bagian dari upaya pendidikan karakter, bukan sekadar pencari prestasi.

Baca juga: Rangkaian Balap Formula E 2023, Siswa Pecinta Alam SMAN 46 Jakarta Bersih-bersih Pantai Ancol

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved