Kamis, 9 April 2026

Berita Nasional

Dewan Kemanan Nasional yang Komprehensif Perlu Dibentuk untuk Hadapi Perang Generasi V

Dewan Kemanan Nasional yang Komprehensif Perlu Dibentuk untuk Hadapi Perang Generasi V. Itu Disampaikan Pontjo Sutowo.

Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
DEWAN KEAMANAN NASIONAL - Aliansi Kebangsaan bersama Yayasan Suluh Nuswantara Bakti menyelenggarakan FGF secara daring bertema “Urgensi Pembentukan Dewan Keamanan Nasional", Jumat (9/5/2025). Dalam diskusi itu disampaikan Indonesia harus membentuk Dewan Keamanan Nasional untuk mengantisipasi berbagai ancaman yang semakin meluas. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aliansi Kebangsaan bersama Yayasan Suluh Nuswantara Bakti menyelenggarakan FGF secara daring bertema “Urgensi Pembentukan Dewan Keamanan Nasional", Jumat (9/5/2025).

Diskusi publik ini bertujuan untuk membangun kesamaan persepsi, serta menggugah kesadaran dan kewaspadaan kolektif bangsa Indonesia terhadap seriusnya berbagai bentuk dan jenis ancaman yang dihadapi bangsa dan negara dewasa ini.

Hadir sebagai narasumber yaitu Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, Prof. Hikmahanto Juwana, Ph.D (Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia), Prof. Angel Damayanti, Ph.D (Guru Besar FISIPOL Universitas Kristen Indonesia), dan Prof. Dr. Imron Cotan (Pengamat Politik Internasional). Sebagai penanggap utama yaitu Mayjen TNI (Purn) Sudrajat.

Baca juga: Jaga Keamanan Nasional, Kapolri Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi Polri dengan NU

Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo, menyampaikan bahwa sumber ancaman terhadap bangsa dan negara sudah semakin luas.

Bentuk dan jenis ancaman juga semakin beragam.

Perang yang pada awalnya hanya melibatkan urusan militer, kini meluas ke berbagai sendi kehidupan secara multidimensi yang melibatkan kemajuan teknologi.

Indonesia sering disebut sebagai “pusat gravitasi dan kawasan masa depan dunia”.

Namun, posisi strategis ini tidak membuat Indonesia beranjak menjadi negara maju yang mampu mengatur dunia. Namun, masih saja di posisi sebagai negara berpendapatan menengah.

“Saya meyakini ada konspirasi besar yang tidak menghendaki Indonesia ikut mengatur dunia. Mereka tidak ingin Indonesia menjadi kuat, maju, jaya, dan kaya raya, makmur sentosa, bahkan kalau mungkin terus menjadikannya negara miskin, ribut-ribut, rusuh, terpecah, dan bergejolak yang berkelanjutan,” kata Pontjo Sutowo.

Baca juga: Dukung Peningkatan Keamanan Siber Nasional, ITSEC Asia Akan Hadirkan Forum Keamanan Siber

Terlebih Indonesia berada dalam kawasan yang menjadi ajang kontestasi dominasi (hegemoni) dua kekuatan besar dunia yaitu Amerika Serikat dan China.

Mereka terus berusaha meningkatkan hegemoninya di kawasan Indo-Pasifik yang dipandang sebagai pusat pertumbuhan dunia.

Perang Generasi-V

Pontjo Sutowo mengamati melalui teknologi informasi, spektrum ancaman terhadap keamanan nasional kita menjadi begitu luas.

Ancaman tersebut dapat berbentuk penyusupan berbagai ideologi atau paham yang tidak sesuai dengan Pancasila dan nilai-nilai ke-Indonesia-an, penetrasi budaya, penyesatan pikir melalui hoax, cyber terrorism, bahkan cyber-war.

Dalam era ini, negara bisa kehilangan kedaulatannya melalui serangan informasi atau digital.

Baca juga: Investor Tidak Perlu Takut dengan Aksi Premanisme, Kapolri: Urusan Keamanan Kami yang Tangani

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved