Update Kerusuhan Kemang, Polisi Ungkap Pelaku Terus Bertambah
Polisi mengungkapkan update terbaru terkait dengan kasus kerusuhan di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Desy Selviany
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi mengungkapkan update terbaru terkait dengan kasus kerusuhan di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Pelaku kerusuhan yang sudah ditangkap Polisi semakin bertambah.
Kini pada Kamis (1/5/2025) sudah ada 25 orang yang diamankan Polisi dari sebelumnya 19 orang ditangkap beberapa jam setelah kejadian Rabu (30/4/2025) pagi.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal juga menjelaskan pihaknya juga mengamankan senapan angin dan parang yang digunakan dalam kejadian tersebut.
Ada empat pucuk senapan angin dan tiga parang yang diamankan Polisi.
"Senapan angin 4 pucuk, 3 bilah parang," tutur Ade Rahmat.
Dari jumlah yang diamankan, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Sudah 9 orang jadi tersangka," ucap eks Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 orang diamankan polisi menyusul bentrokan antara dua kelompok di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu pagi (30/4/2025).
Adapun insiden ini diduga dipicu oleh sengketa lahan kosong.
Baca juga: Kata Polisi Soal Sejumlah Pria Menenteng Senjata di Kemang, Singgung Soal Premanisme
Seluruhnya yang diamankan saat ini sedang diperiksa lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
"Kita langsung cek TKP dan ada beberapa yang kami amankan, kita amankan 19 orang," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih pada wartawan, Rabu (20/4/2025).
Menurut Murodih, salah satu kelompok mengklaim sebagai ahli waris yang menempati lahan, sementara kelompok lainnya mengaku sebagai pemilik sah.
"Kami menerima laporan ada terjadi bentrokan. Di lokasi memang terdapat lahan kosong yang ditempati oleh orang yang merasa sebagai ahli waris. Kemudian datang kelompok lain yang mengklaim memiliki lahan itu," jelasnya.
Konflik pun tidak dapat dihindari saat kedua kelompok bertemu di lokasi.
"Pada saat dia datang ada perlawanan dari pihak merasa ahli waris di dalam lahan tersebut. Dugaan (bentrok) adanya sengketa lahan," jelas Murodih lagi.
Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan adanya korban luka maupun jiwa dalam peristiwa yang sempat viral di media sosial dan disebut-sebut menyerupai adegan gangster dalam film.
"Dari hasil penyelidikan sementara, belum ada laporan korban. Polisi akan terus mendalami kasus ini dan memeriksa orang-orang yang telah diamankan," katanya.
Polisi mengimbau kedua kelompok untuk tidak lagi melakukan aksi kekerasan yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Pihak kepolisian juga akan terus memantau situasi guna mencegah bentrokan serupa.
"Kami telah memerintahkan anggota untuk terus memonitor situasi. Kami harap kedua pihak tidak kembali terlibat bentrok," tutup Murodih. (m31)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Keributan-yang-terjadi-di-Jalan-Kemang-Raya-Mampang.jpg)