Rabu, 29 April 2026

Pembunuhan

Hasil Otopsi Jasad Bocah Terbakar di Tangerang, Ditemukan Memar di Kepala dan Anus

Hasil otopsi yang dilakukan tim dokter forensik RSUD Kabupaten Tangerang, korban diduga mengalami kekerasan di bagian kepala.

TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro
BALITA TEWAS DIBAKAR - Polisi memasang garis pembatas di TKP penemuan balita empat tahun korban pembunuhan di Desa Rawa Burung, RT 06 RW 09, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (28/10/2025). Korban diketahui tewas dalam kondisi tubuh gosong akibat dibakar pelaku. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Hasil otopsi jasad bocah laki-laki yang ditemukan hangus terbakar di Kampung Kresek, Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang sudah keluar.

Bocah laki-laki berusia empat tahun berinisial MA dibunuh pelaku berinisial HB (38) yang merupakan petugas sekuriti di Bandara Soekarno-Hatta sekaligus pacar ibu korban.

Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan tim dokter forensik RSUD Kabupaten Tangerang, korban diduga mengalami kekerasan di bagian kepala.

"Kami telah melakukan kegiatan otopsi terhadap korban di RSUD Kabupaten Tangerang yang dilakukan dokter forensik bahwa adanya kekerasan pada kepala," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho, Rabu (30/4/2025).

Baca juga: Pembunuh Bocah 4 Tahun Dengan Cara Dibakar di Tangerang Ditangkap, Pelaku Sekuriti Bandara Soetta

Selain itu, sambung Zain, ditemukan resapan darah di bagian leher dan kerongkongan korban.

"Termasuk juga temuan resapan darah di bagian leher, kerongkongan yang diduga adalah kekerasan benda tumpul," ungkap Kapolres.

Bahkan, Zain menyebut hasil otopsi juga menunjukkan ada luka memar pada bagian anus korban.

Namun, ia mengaku belum dapat memastikan soal kemungkinan korban mengalami tindakan asusila.

"Di dinding luar anus ada luka memar. Kami belum bisa memastikan ya karena masih perlu pendalaman dan luka memar ini penyebabnya apa, kita masih belum tau. Kita masih melakukan pendalaman," ujar Zain.

Saat ini Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku. HB diringkus di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (29/4/2025).

Adapun jasad korban pertama kali ditemukan oleh sang ibu berinisial F alias J pada Minggu (27/4/2025) siang sekitar pukul 14.15 WIB.

Zain menuturkan, penemuan jasad korban bermula saat sang ibu sedang mencari keberadaan anaknya di rumah kontrakan tersebut.

Baca juga: Alasan Polisi Belum Bisa Temukan Bocah di Pesanggrahan Jaksel yang Hilang Sejak 52 Hari Lalu

Namun, saat itu pintu kontrakan dalam kondisi terkunci.

Warga sekitar juga ikut membantu ibu korban untuk membuka pintu rumah. Akan tetapi, upaya itu juga tidak berhasil.

Tak lama kemudian, warga yang sedang membersihkan air menemukan kunci rumah kontrakan tersebut.

"Kunci yang ditemukan warga ternyata adalah kunci Kontrakan yang dihuni oleh saudara HB (38)," ungkap Kapolres.

"Saat ditemukan kondisi tubuh terbakar di dalam kamar kontrakan, diduga akibat tindak kekerasan terhadap korban oleh orang lain," imbuh dia.

Setelahnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan otopsi.

Tidur bareng

Pria berinisial HB (38), pembakar bocah berusia empat tahun di rumah kontrakan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, sering memaksa korban tidur bersama.

"Yang jelas pelaku sering memaksa untuk korban itu dipinjam untuk bisa tidur sama yang bersangkutan," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho, Rabu (30/4/2025).

Zain mengungkapkan, korban berinisial MA sudah lima kali menginap di rumah kontrakan yang ditempati pelaku.

"Jadi keterangan ibu korban, sudah lima kali menginap ya di rumah kontrakan yang disewa oleh pelaku," ungkap Kapolres.

Dalam kasus ini, MA tewas dibunuh HB yang merupakan petugas sekuriti di Bandara Soekarno-Hatta sekaligus pacar ibu korban.

Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan tim dokter forensi RSUD Kabupaten Tangerang, korban diduga mengalami kekerasan di bagian kepala.

"Kami telah melakukan kegiatan otopsi terhadap korban di RSUD Kabupaten Tangerang yang dilakukan dokter forensik bahwa adanya kekerasan pada kepala," kata Zain.

Selain itu, sambung Zain, ditemukan resapan darah di bagian leher dan kerongkongan korban.

"Termasuk juga temuan resapan darah dibagian leher, krongkongan yang diduga adalah kekerasan benda tumpul," ungkap Kapolres.

Bahkan, Zain menyebut hasil otopsi juga menunjukkan ada luka memar pada bagian anus korban.

Namun, ia mengaku belum dapat memastikan soal kemungkinan korban mengalami tindakan asusila.

"Di dinding luar anus ada luka memar. Kami belum bisa memastikan ya karena masih perlu pendalaman dan luka memar ini penyebabnya apa, kita masih belum tau. Kita masih melakukan pendalaman," ujar Zain.

Saat ini Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku. HB diringkus di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (29/4/2025).

Adapun jasad korban pertama kali ditemukan oleh sang ibu berinisial F alias J pada Minggu (27/4/2025) siang sekitar pukul 14.15 WIB. (*)

Zain menuturkan, penemuan jasad korban bermula saat sang ibu sedang mencari keberadaan anaknya di rumah kontrakan tersebut. Namun, saat itu pintu kontrakan dalam kondisi terkunci.

Warga sekitar juga ikut membantu ibu korban untuk membuka pintu rumah. Akan tetapi, upaya itu juga tidak berhasil.

Tak lama kemudian, warga yang sedang membersihkan air menemukan kunci rumah kontrakan tersebut.

"Kunci yang ditemukan warga ternyata adalah kunci Kontrakan yang di huni oleh saudara HB (38)," ungkap Kapolres.

"Saat ditemukan kondisi tubuh terbakar di dalam kamar kontrakan, diduga akibat tindak kekerasan terhadap korban oleh orang lain," imbuh dia.

Setelahnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan otopsi. (*)

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved