Sabtu, 25 April 2026

Paus Fransiskus

Kisah Terpilihnya Paus Fransiskus: Sebuah Perjalanan Sekali Jalan

Ia lebih menunjukkan  kerendahan hati serta gaya hidup bersahaja yang telah menjadi ciri khasnya.

Editor: Joanita Ary
Instagram @vatican.news
TERPILIHNYA PAUS FRANSISKUS -- Para kardinal pun sepakat memilih pria yang dikenal bersahaja itu sebagai paus pertama dari benua Amerika, sekaligus Paus pertama dalam sejarah yang mengambil nama Fransiskus. Nama Fransiskus terinspirasi dari Santo Fransiskus dari Assisi, simbol kesederhanaan dan pelayanan terhadap kaum miskin. Hingga sejak Mei2013, ia tidak pernah kembali ke rumah lamanya di Buenos Aires. 

WARTAKOTALIVECOM, Vatikan -- Bulan Maret 2013, Kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Argentina tiba di Kota Vatikan untuk menghadiri konklaf.

Konklaf merupakan proses pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik, setelah pengunduran diri Paus Benediktus XVI yang mengejutkan dunia.

Tak banyak yang menoleh ketika ia masuk ke Vatikan.

Seperti biasa, ia datang dengan cara yang sederhana, berjalan dengan tenang nyaris tanpa sorotan, tidak membawa rombongan besar dan tidak menumpang mobil mewah.

Ia lebih menunjukkan kerendahan hati serta gaya hidup bersahaja yang telah menjadi ciri khasnya.

Saat itu, tidak ada yang menyangka bahwa kehadiran Bergoglio akan menjadi awal dari sebuah perubahan besar dalam sejarah Gereja.

Dalam pemungutan suara tertutup di balik tebalnya dinding Kapel Sistina.

Para kardinal pun sepakat memilih pria yang dikenal bersahaja itu sebagai paus pertama dari benua Amerika, sekaligus Paus pertama dalam sejarah yang mengambil nama Fransiskus.

Nama Fransiskus terinspirasi dari Santo Fransiskus dari Assisi, simbol kesederhanaan dan pelayanan terhadap kaum miskin.

Hingga sejak saat itu, ia tidak pernah kembali ke rumah lamanya di Buenos Aires.

Vatikan menjadi rumah barunya, dan dunia menjadi ladang pelayanannya.

Keputusan itu mencerminkan totalitas panggilannya sebagai pemimpin spiritual bagi lebih dari satu miliar umat Katolik di seluruh dunia.

Hingga akhir hidupnya, Paus Fransiskus terus dikenal bukan hanya karena reformasi yang ia dorong di tubuh Gereja, tetapi juga karena gaya kepemimpinannya yang membumi dan dekat dengan umat.

Dan semua itu berawal dari sebuah perjalanan sekali jalan, tanpa tiket pulang.

Sementara itu saat ini Roma kembali menjadi pusat perhatian dunia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved