Rabu, 29 April 2026

Berita Video

VIDEO Suara Bergetar, Menag Nasaruddin Kenang Paus Fransiskus saat Hadiri Misa Requiem

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan penghormatan dan rasa duka yang mendalam atas wafatnya pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan penghormatan dan rasa duka yang mendalam atas wafatnya pemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, Paus Fransiskus.

Hal ini ia sampaikan jelang dimulainya Misa Requiem untuk mendoakan arwah Paus Fransiskus di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025).

Dengan suara bergetar, Nasaruddin mengaku sangat emosional saat mengenang sosok Paus Fransiskus.

"Saya enggak tahu, saya kok seperti sangat emosional, ya, karena melihat wajah Pope itu, sangat terharu," ujarnya.

Ia mengingat kembali momen kebersamaannya dengan mendiang Paus, termasuk saat mereka bertemu di Masjid Istiqlal.

"Masih saya membayangkan ketika kami bersama di Masjid Istiqlal dan ketika kami mendapatkan undangan dari beberapa negara ya untuk membahas Deklarasi Istiqlal dan Vatikan," kata dia.

Menurut Nasaruddin, ada dua pesan penting dari Paus Fransiskus yang patut direnungkan, baik umat Katolik maupun Muslim.

Pertama, pentingnya mengedepankan dialog dan perdamaian, bukan dengan cara-cara kekerasan.

Baca juga: Paus Fransiskus Berpulang, Ritual Paling Rahasia di Dunia Dimulai, Ini Prosesnya yang Teruji Waktu

"Karena kekerasan tak akan pernah menyelesaikan persoalan secara konstruktif," ucapnya.

Kedua, bagaimana menggunakan bahasa agama untuk mengajak umat beragama bersahabat dengan alam.

"Jadi kita jangan sampai merusak alam, mempercepat proses dunia ini kiamat," tutur Imam Besar Masjid Istiqlal itu, sambil menahan tangis.

"Kita ditinggalkan salah satu orang terbaik di dunia saat ini karena itu mari kita mengambil pelajaran berharga dari beliau," sambungnya.

Paus Fransiskus, kata dia, memang telah wafat, tetapi akan tetap hidup pesan-pesannya di dalam batin umat manusia.

"Orang bijak tidak pernah wafat, melainkan dia akan semakin hidup seperti lilin yang menyala di dalam kalbu kita dan dalam pikiran kita masing-masing. Kemanapun kita pergi di situ ada cahaya," kata dia.

Baca juga: Dipenuhi Umat, Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Requiem untuk Mendoakan Arwah Paus Fransiskus

Nasaruddin pun mengajak seluruh umat manusia dengan agamanya masing-masing berdoa untuk Paus Fransiskus.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved