Berita Jakarta

Sopir Ojol di Jakarta Ingin Ubah Nasib, Rela Antri dari Subuh di Balai Kota Demi Melamar jadi PPSU

Pelamar petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membeludak di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/4/2025) di mana mereka datang sejak subuh

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
RELA ANTRE - Pelamar petugas PPSU membludak di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/4/2025) pagi. Mereka rela antre berjam-jam sejak subuh untuk menitipkan lamaran kerja menjadi petugas PPSU. Mereka datang dari berbagai wilayah Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM JAKARTA — Pelamar petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membeludak di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/4/2025) pagi. 

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi pukul 11.57 WIB, ratusan pendaftar mengantre di depan Loket Penerimaan Surat dan Barang samping Masjid Fatahilah Balai Kota DKI Jakarta.

Mereka rela antre berjam-jam untuk menitipkan lamaran kerja menjadi petugas PPSU. Bahkan banyak dari pelamar PPSU yang datang ke Balai Kota sejak subuh. Mereka datang dari berbagai wilayah Jakarta.

Mereka terdiri dari pria dan perempuan, bahkan ada yang mengajak keluarga untuk menemani proses pendaftaran PPSU.

Rofiq (47) terlihat lesu dan tak bersemangat, sejak Selasa (22/4) pagi dirinya sudah mendatangi kantor Gubernur Jakarta di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Rupanya, pengendara ojek online itu sedang meniti harapan untuk menyambung hidup menjadi lebih baik dengan mengikuti pendaftaran Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang digelar Pemprov Jakarta.

Rofiq tiba di Balai Kota sejak pukul 08.00 WIB. Dia bersama ratusan pendaftar membludak di depan Loket Penerimaan Surat dan Barang samping Masjid Fatahilah Balai Kota DKI Jakarta.

Rofiq terlihat membawa amplop cokelat dibalut tas map bening. Dia mengenakan pakaian pengendara ojek online bernuansa oranye.

Baca juga: Tragis, Tertidur Lelap, Ibu Muda dan Anaknya Tewas Jadi Korban Kebakaran di Jatiasih Bekasi

Pria yang berdomisili di Tanjung Priok, Jakarta Utara itu mengaku sudah mengeluarkan biaya untuk melampirkan persyaratan-persyaratan menjadi PPSU.

Ia juga rela tak menjadi ojek online hari ini, lantaran harus berjuang mengikuti rekrutmen.

“Iya saya biasanya sehari-hari menjadi pengendara ojek online, hari ini berhenti dulu karena ya namanya hidup mau mencoba lebih baik lagi,” ucap ayah tiga anak itu kepada Wartakotalive.com di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Rofiq bersama pendaftar lainnya harus saling berdesakan mendapatkan nomor urut untuk dipanggil oleh petugas rekrutmen. 

Lantaran kuota hari ini hanya 570 pendaftar, Rofiq mengaku tak mendapatkan giliran. Dia bahkan terpaksa harus mengantre esok hari, Rabu (23/4).

“Sedih juga ya sudah dari pagi, belum dapat nomor antrean ya jadi harus balik lagi,” ungkapnya.

Sementara, Nurhaeni (48) warga Johar Baru, Jakarta Pusat tengah menunggu giliran. Dia terlihat sedang mengantar sang buah hati yakni Kurniawan untuk mendaftar menjadi petugas kebersihan di Ibu Kota.

“Saya datang dari pagi. Alhamdulilah masih kebagian dapat nomor urut, ya kan kuotanya 500an. Sekarang sudah 200an dan saya urut 500 lebih,” ucap perempuan berhijab hitam itu.(m27)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved