Berita Jakarta
Fogging Dilakukan Setelah Korban Berjatuhan, Mitigasi DBD di Jakarta Dipertanyakan
Pemprov DKI Jakarta dinilai harus bergerak cepat dalam mengantisipasi demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat dengan pengasapan atau fogging.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta dinilai harus bergerak cepat dalam mengantisipasi ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat.
Langkah pengasapan atau fogging di lokasi sarang nyamuk dianggap mampu menekan ancaman DBD di Jakarta.
Penasihat Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mempertanyakan respon cepat pemerintah dalam upaya mitigasi DBD.
Berdasarkan pengaduan yang dia terima, fogging baru akan dilakukan pemerintahan setempat apabila sudah ada warga yang terserang DBD.
“Kami menerima aduan dari warga di Jakarta Selatan bahwa lingkungannya baru akan di-fogging kalau sudah ada orang yang jadi korban dari nyamuk DBD. Padahal, warga setempat melaporkan bahwa nyamuk yang ada di lingkungannya sudah banyak,” kata August pada Selasa (15/4/2025).
August menyayangkan kebijakan tersebut karena dinilai bisa membahayakan warga.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus bergerak proaktif dalam mencegah terjadinya DBD.
“Sikap pihak yang berwenang dalam kasus ini sangat disayangkan. Ada korban DBD dahulu baru dilakukan fogging bukanlah syarat mutlak. Harusnya, petugas bergerak lebih proaktif lagi untuk mencegah jatuhnya korban,” ucapnya.
August mengungkapkan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Kapuskesmas) Pancoran dan Wali Kota Jakarta Selatan untuk segera menindaklanjuti kendala ini.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Selatan dan Kapuskesmas di Pancoran mengenai masalah ini. Warga sudah menjerit ingin lingkungannya di-fogging untuk menjaga keluarganya dari nyamuk DBD, sehingga petugas harus segera melakukannya tanpa ditunda-tunda lagi,” sambungnya.
Selain fogging, August juga meminta Pemprov DKI Jakarta untuk membersihkan lingkungan-lingkungan pemukiman warga dari genangan air dan tumpukan sampah yang bisa menjadi tempat nyambuk DBD berkembang biak.
“Aduan tersebut datang dari tempat yang belum lama ini terkena oleh banjir, sehingga ada genangan-genangan air muncul di beberapa tempat yang tidak memiliki saluran air baik. Genangan itu harus dikeringkan agar tidak menjadi tempat nyamuk-nyamuk DBD ini betelur,” ujarnya.
August berharap Pemprov DKI Jakarta bertindak preventif dalam menghadapi isu DBD di Jakarta. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menyelamatkan penduduk di Ibu Kota.
“Kemudian, sampah-sampah yang menumpuk di beberapa tempat pemukiman warga juga harus segera dibersihkan. Benda-benda seperti kaleng yang sudah terbuka bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD jika terendam oleh air,” kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini. (faf)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
Presiden Prabowo Didesak Copot Kapolri Jika Kasus Kematian Ojol Affan Kurniawan Tidak Diusut Tuntas |
![]() |
---|
Demo Semakin Rusuh, Halte TransJakarta di Depan Polda Metro Jaya Hangus Dibakar Massa |
![]() |
---|
Pramono Diminta Revisi Pergub KJMU untuk Jangkau Mahasiswa dari Kampus Akreditasi B dan C |
![]() |
---|
Kebutuhan Mendesak, Golkar DKI Jakarta Dukung Pembangunan RS Royal Batavia Cakung |
![]() |
---|
Meninggal Dilindas Rantis Brimob, Cerita Affan Kurniawan Tinggal di Balik Megahnya Gedung Jakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.