Kesehatan
Katarak Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Penyakit gangguan penglihatan, yakni katarak yang selama ini identik terjadi pada kelompok usia lanjut, kini mulai bergeser ke kalangan usia muda.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Salah satu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi sebagai penyebab utama katarak ialah usia.
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena gangguan penglihatan akibat katarak di usia muda.
Berdasarkan American Academy of Ophthalmology, berikut ini beberapa faktor penyebab katarak di usia muda:
- Faktor genetik atau keturunan
Hampir 50 persen penyebab katarak yang terjadi pada anak-anak dan usia muda adalah karena faktor keturunan.
Bagi yang memiliki salah satu anggota keluarga yang menderita katarak, ini akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit yang sama di usia muda.
Faktor risiko akan semakin meningkat jika anggota keluarga tersebut terkena gangguan penglihatan sejak usia muda juga.
- Gangguan metabolisme
Gangguan metabolisme seperti diabetes atau hipertensi bisa memicu munculnya katarak di usia muda. Jenis katarak yang biasa menyerang adalah kortikal, yaitu adanya penumpukan gula yang dipicu oleh penyakit diabetes sehingga membentuk awan keruh pada lensa mata.
Cedera mata akibat benda tumpul
Pada dasarnya, cedera mata bisa dialami siapa saja dan tidak terbatas hanya pada usia muda. Mengingat intensitas aktivitas fisik yang tinggi pada orang usia muda cenderung lebih berisiko untuk terkena cedera mata.
Rusaknya struktur lensa mata akibat benda tumpul akan membuat kekeruhan yang muncul dengan sangat cepat sehingga muncullah katarak.
Katarak bisa diatasi dengan tindakan operasi
Tidak semua penderita katarak diwajibkan untuk melakukan tindakan operasi. Namun, hingga saat ini, operasi katarak adalah satu-satunya tindakan yang bisa digunakan untuk mengangkat penyakit ini.
Hasil operasi katarak mampu menjadikan penglihatan kembali normal dan jelas.
Operasi katarak tidak menimbulkan rasa sakit, bahkan prosesnya hanya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit saja.
Setelah operasi selesai, mata pasien akan diawasi oleh tim medis sembari diistirahatkan beberapa saat. Sebelum benar-benar diperbolehkan pulang, pasien akan diberikan obat tetes mata dan obat pendukung lainnya untuk mencegah infeksi.
Penggunaan kacamata atau pelindung mata juga disarankan untuk menambah proteksi mata pasien pasca operasi.
| Konsumsi Manis Berlebih Tingkatkan Risiko Karies Gigi hingga 2,8 Kali Lipat |
|
|---|
| Dr Ryu Hasan: Jiwa dan Perasaan Adalah Hasil Kerja Otak, Sehingga Depresi Cara Otak Proses Kehidupan |
|
|---|
| Kandungan Mineral Alami pada Air Putih Bikin Sensasi Dingin dan Menyegarkan |
|
|---|
| Terapi Bekam Tanduk Tetap Diminati di Era Modern, Praktisi Asal Banten Ini Mendunia |
|
|---|
| Kasus Osteoarthritis Meningkat, Teknologi Modern Jadi Solusi Penanganan Nyeri Sendi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/201r50517-katarak_20150517_084553.jpg)