Sabtu, 6 Juni 2026

Kesehatan

Katarak Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyakit gangguan penglihatan, yakni katarak yang selama ini identik terjadi pada kelompok usia lanjut, kini mulai bergeser ke kalangan usia muda.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
istimewa
Ilustrasi penyakit katarak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penyakit gangguan penglihatan, yakni katarak yang selama ini identik terjadi pada kelompok usia lanjut, kini mulai bergeser ke kalangan usia muda.

Secara sederhana, gangguan ini merupakan pengembangan dari keadaan tidak tembus cahaya dalam lensa mata yang mengakibatkan kekeruhan pada sebagian maupun keseluruhan lensa mata.

Keruhnya lensa mata membuat cahaya sulit mencapai retina. Kondisi inilah yang menyebabkan berkurangnya penglihatan dari penderita.

Dikutip dari Dokter Spesialis Mata Kevin dari KMN EyeCare, faktor risiko penyebab katarak terjadi pada seseorang yang memiliki usia lanjut, yaitu mulai dari 40 tahun hingga 60 tahun.

Seiring bertambahnya usia, gangguan pada struktur lensa dan akumulasi pigmen menjadikan penderita semakin susah untuk melihat objek yang ada di depannya. 

"Pada beberapa kondisi, gejala gangguan penglihatan juga dialami oleh seseorang yang menginjak usia 30 tahun. Kondisi ini disebut dengan istilah early onset cataract atau juvenile cataract," ujar Kevin dalam keterangan resmi, Selasa (8/4/2025).

Deteksi gejala katarak sejak dini

Lebih lanjut Kevin mengatakan, penyakit katarak menjadi salah satu penyebab kebutaan paling besar di dunia.

Mengutip data hasil survei Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun 1993-1996, menunjukkan bahwa angka kebutaan di Indonesia telah mencapai 1,5 persen.

"Pada tahun 2013, angka ini sudah menurun menjadi 0,9 persen dan katarak menjadi penyebab lebih dari separuh angka kebutaan tersebut," ucapnya.

Sementara, mengutip penjelasan dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Republik Indonesia menjelaskan beberapa ciri-ciri awal penyakit katarak. Gejala tersebut di antaranya:

  • Banyak penderita yang awalnya tidak merasakan gejala apapun, tapi ketika katarak mulai meluas, akan muncul noda putih yang menutupi lensa mata.
  • Selanjutnya, penderita akan mengalami distorsi pandangan. Pandangan mata menjadi buram seperti ada asap di depan mata.
  • Beberapa penderita mengeluh kesulitan melihat pada malam hari sehingga membutuhkan cahaya yang lebih terang.
  • Pandangan terhadap warna terang menjadi berkurang dan cenderung menguning.
  • Sensitivitas terhadap cahaya menjadi tinggi.
  • Jika melihat objek dengan satu mata saja akan terlihat seperti ganda.

"Jika Anda merasakan salah satu gejala di atas, tidak ada salahnya untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter mata," ujar Kevin.

Penyebab katarak di usia muda

  1. Letak geografis

Menurut sebuah penelitian, tingginya penderita katarak di Indonesia ternyata dipengaruhi oleh letak geografis yang berada di daerah khatulistiwa. 

Kondisi ini membuat penduduk Indonesia memiliki risiko 15 tahun lebih cepat terkena katarak dibandingkan dengan penduduk di Eropa (Rahmi, 2008).

Salah satu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi sebagai penyebab utama katarak ialah usia.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena gangguan penglihatan akibat katarak di usia muda.

Berdasarkan American Academy of Ophthalmology, berikut ini beberapa faktor penyebab katarak di usia muda:

  • Faktor genetik atau keturunan 

Hampir 50 persen penyebab katarak yang terjadi pada anak-anak dan usia muda adalah karena faktor keturunan.

Bagi yang memiliki salah satu anggota keluarga yang menderita katarak, ini akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit yang sama di usia muda.

Faktor risiko akan semakin meningkat jika anggota keluarga tersebut terkena gangguan penglihatan sejak usia muda juga.

  • Gangguan metabolisme

Gangguan metabolisme seperti diabetes atau hipertensi bisa memicu munculnya katarak di usia muda. Jenis katarak yang biasa menyerang adalah kortikal, yaitu adanya penumpukan gula yang dipicu oleh penyakit diabetes sehingga membentuk awan keruh pada lensa mata.

Cedera mata akibat benda tumpul 

Pada dasarnya, cedera mata bisa dialami siapa saja dan tidak terbatas hanya pada usia muda. Mengingat intensitas aktivitas fisik yang tinggi pada orang usia muda cenderung lebih berisiko untuk terkena cedera mata.

Rusaknya struktur lensa mata akibat benda tumpul akan membuat kekeruhan yang muncul dengan sangat cepat sehingga muncullah katarak.

Katarak bisa diatasi dengan tindakan operasi

Tidak semua penderita katarak diwajibkan untuk melakukan tindakan operasi. Namun, hingga saat ini, operasi katarak adalah satu-satunya tindakan yang bisa digunakan untuk mengangkat penyakit ini.

Hasil operasi katarak mampu menjadikan penglihatan kembali normal dan jelas.

Operasi katarak tidak menimbulkan rasa sakit, bahkan prosesnya hanya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit saja.

Setelah operasi selesai, mata pasien akan diawasi oleh tim medis sembari diistirahatkan beberapa saat. Sebelum benar-benar diperbolehkan pulang, pasien akan diberikan obat tetes mata dan obat pendukung lainnya untuk mencegah infeksi.

Penggunaan kacamata atau pelindung mata juga disarankan untuk menambah proteksi mata pasien pasca operasi.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved