Kerap Terjadi Pada Orang Dewasa, Cacar Api Bisa Sebabkan Nyeri Saraf hingga Komplikasi Infeksi Paru
acar api atau herpes zoster bisa menyebabkan nyeri saraf jangka panjang, bahkan komplikasi seperti infeksi paru, gangguan pendengaran
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
“Nyeri saraf jangka panjang atau nyeri pascaherpes (NPH) pada lokasi ruam cacar api dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah cacar api sembuh,” ujar dr. Hasbullah Thabrany dalam kesempatan yang sama.
NPH muncul pada lokasi ruam cacar api dan rasa nyeri dapat berlangsung berbulan- bulan hingga bertahun- tahun setelah ruam cacar api sembuh.
Guru besar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan 10-18 persen orang dengan cacar api akan mengalami NPH dan pasien cacar api yang sudah lanjut usia lebih berisiko untuk mengalami NPH yang lebih menyakitkan daripada pasien cacar api yang berusia lebih muda.
Ia menambahkan, cacar api yang muncul pada area wajah dapat berdampak pada mata dan mengakibatkan gangguan penglihatan.
Pada kasus langka, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi paru (pneumonia), gangguan pendengaran, radang otak, dan bahkan kematian.
Cacar api dan komplikasinya telah terbukti berdampak buruk pada kualitas hidup pasien dan kehidupan sehari-hari. Beberapa pasien, terutama pasien yang berusia lebih tua, kehilangan kemandirian mereka dan membutuhkan bantuan dari keluarga atau pengasuh berbayar.
"Terdapat penurunan kualitas aktivitas pasien yang signifikan khususnya pada aktivitas sosial dan tidur," ucap dr. Hasbullah Thabrany.
Cacar api merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktovasi virus Varicella Zoster (VZV) yaitu virus penyebab cacar air.
Seseorang yang sembuh dari cacar air, maka virus tersebut akan tetap berada dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif atau tertidur.
Virus tersebut dapat kembali aktif karena beberapa sebab misalnya stres sehingga menyebabkan imun tubuh menurun.
Orang dewasa berusia lebih dari 50 tahun dan lebih dari 18 tahun dengan kondisi imunokompromais seperti pasien yang sedang menerima kemoterapi, steroid dosis tinggi, imunodefisiensi dengan atau tanpa herpes zoster sebelumnya, dapat menerima vaksin herpes zoster.14.
| Aliansi UNJ Melawan Kepung Jalan Pemuda, Tuntut Program Makan Gratis Dihentikan |
|
|---|
| Memanas, Aksi Demo BEM UI di Thamrin Nine Diwarnai Aksi Saling Dorong hingga Lempar Botol |
|
|---|
| Dicegat Menuju HI, Mahasiswa Minta Dihargai: Jangan Anggap Kami Musuh |
|
|---|
| Begini Penjelasan Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni usai Namanya Dikaitkan dengan Kasus MBG |
|
|---|
| Polda Metro Identifikasi Kelompok yang Diduga Menunggangi Demonstrasi Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Konpers-White-paper-vaksinasi-Herpes-Zoster.jpg)