Kerap Terjadi Pada Orang Dewasa, Cacar Api Bisa Sebabkan Nyeri Saraf hingga Komplikasi Infeksi Paru
acar api atau herpes zoster bisa menyebabkan nyeri saraf jangka panjang, bahkan komplikasi seperti infeksi paru, gangguan pendengaran
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Herpes zoster, atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan cacar api, adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella Zoster (VZV), virus yang sama penyebab cacar air.
Meskipun banyak yang mengira penyakit ini jarang terjadi, faktanya 1 dari 3 orang berisiko mengalami herpes zoster seiring bertambahnya usia atau lebih sering muncul pada orang dewasa, terutama yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun.
Cacar api merupakan salah satu masalah kesehatan yang membuat kulit kita tidak nyaman. Meskipun memang cacar api dapat terjadi pada siapa saja, ternyata perempuan dewasa menjadi gender yang berisiko tinggi dibandingkan laki-laki dewasa.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), Sukamto Koesnoe mengatakan perempuan menjadi salah satu kelompok yang memiliki risiko terkena cacar api, karena memiliki keterkaitan dengan usia lebih panjang hingga faktor emosional.
“Jadi pertama perempuan itu usianya lebih panjang, sehingga lebih banyak (terjangkit cacar air). Berikutnya kita percaya perempuan lebih emosional,” ujar Sukamto dalam konferensi pers White Paper Vaksinasi Dewasa dan Lansia di Indonesia Terfokus pada Herpes Zoster di Aroem Resto & Cafe, Abdul Muis, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2025).
Menurut Sukamto, emosional yang dialami perempuan, berpengaruh pada sistem imun, misalnya stres, cemas hingga sedih mampu menyebabkan keseimbangan kekebalan tubuh yang memiliki hubungan dengan imunitas.
Selain itu, lanjut dia, faktor hormonal pada perempuan menjelang menstruasi atau setelah menstruasi kerap memiliki imunitas yang menurun sehingga mudah sakit.
“Itu juga berhubungan dengan fluktuasi hormonal tadi, juga meningkatkan risiko perempuan lebih mudah sakit,” jelasnya.
Secara genetik, perempuan memang memiliki kekebalan yang lebih rentan terhadap reaktivasi virus herpes zoster atau cacar api, sehingga vaksinasi cacar api menjadi hal yang sebaiknya dilakukan sebagai upaya pencegahan atau preventif.
Adapun jadwal imunisasi dewasa yang direkomendasikan oleh Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI sudah diperbarui dengan menambahkan vaksin herpes zoster.
"Maka vaksin itu benar-benar untuk meningkatkan ambang kekebalan tubuh, sehingga tidak jadi reaktifasi, karena sudah hukum alam ya pada orang tua, di harus turun kekebalan tubuhnya," jelas Soekamto.
Vaksin herpes zoster dapat diberikan kepada orang dewasa berusia di atas 50 tahun serta individu berusia di atas 18 tahun dengan kondisi imunokompromais, seperti pasien yang menjalani kemoterapi, mengonsumsi steroid dosis tinggi, atau mengalami imunodefisiensi, baik dengan maupun tanpa riwayat herpes zoster sebelumnya.
Masyarakat dapat mengakses jadwal imunisasi dewasa 2024 melalui situs web www.satgasimunisasipapdi.com.
Cacar api menyebabkan nyeri saraf jangka panjang
Cacar api umumnya muncul sebagai ruam menyakitkan dan gatal pada satu sisi tubuh atau wajah. Konsultan Senior Ekonomi Kesehatan Kalta Bina Insani (KBI) Consulting and Training, dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr. PH mengatakan, cacar api atau herpes zoster bisa menyebabkan nyeri saraf jangka panjang bila tidak ditangani dengan tepat.
“Nyeri saraf jangka panjang atau nyeri pascaherpes (NPH) pada lokasi ruam cacar api dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah cacar api sembuh,” ujar dr. Hasbullah Thabrany dalam kesempatan yang sama.
NPH muncul pada lokasi ruam cacar api dan rasa nyeri dapat berlangsung berbulan- bulan hingga bertahun- tahun setelah ruam cacar api sembuh.
Guru besar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan 10-18 persen orang dengan cacar api akan mengalami NPH dan pasien cacar api yang sudah lanjut usia lebih berisiko untuk mengalami NPH yang lebih menyakitkan daripada pasien cacar api yang berusia lebih muda.
Ia menambahkan, cacar api yang muncul pada area wajah dapat berdampak pada mata dan mengakibatkan gangguan penglihatan.
Pada kasus langka, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi paru (pneumonia), gangguan pendengaran, radang otak, dan bahkan kematian.
Cacar api dan komplikasinya telah terbukti berdampak buruk pada kualitas hidup pasien dan kehidupan sehari-hari. Beberapa pasien, terutama pasien yang berusia lebih tua, kehilangan kemandirian mereka dan membutuhkan bantuan dari keluarga atau pengasuh berbayar.
"Terdapat penurunan kualitas aktivitas pasien yang signifikan khususnya pada aktivitas sosial dan tidur," ucap dr. Hasbullah Thabrany.
Cacar api merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktovasi virus Varicella Zoster (VZV) yaitu virus penyebab cacar air.
Seseorang yang sembuh dari cacar air, maka virus tersebut akan tetap berada dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif atau tertidur.
Virus tersebut dapat kembali aktif karena beberapa sebab misalnya stres sehingga menyebabkan imun tubuh menurun.
Orang dewasa berusia lebih dari 50 tahun dan lebih dari 18 tahun dengan kondisi imunokompromais seperti pasien yang sedang menerima kemoterapi, steroid dosis tinggi, imunodefisiensi dengan atau tanpa herpes zoster sebelumnya, dapat menerima vaksin herpes zoster.14.
| Aliansi UNJ Melawan Kepung Jalan Pemuda, Tuntut Program Makan Gratis Dihentikan |
|
|---|
| Memanas, Aksi Demo BEM UI di Thamrin Nine Diwarnai Aksi Saling Dorong hingga Lempar Botol |
|
|---|
| Dicegat Menuju HI, Mahasiswa Minta Dihargai: Jangan Anggap Kami Musuh |
|
|---|
| Begini Penjelasan Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni usai Namanya Dikaitkan dengan Kasus MBG |
|
|---|
| Polda Metro Identifikasi Kelompok yang Diduga Menunggangi Demonstrasi Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Konpers-White-paper-vaksinasi-Herpes-Zoster.jpg)