Duo Pemancing Legendaris, Dudit dan Cepy Ciptakan Pancingan Berbasis Pengalaman dan Keluhan
Duo pemancing legendaris, Dudit Widodo dan Cepy Yanwar mengungkap, alat pancing menjadi salah satu instrumen penting dalam strategi menangkap ikan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Duo pemancing legendaris Tanah Air, Dudit Widodo dan Cepy Yanwar mengungkap, alat pancing menjadi salah satu instrumen penting dalam strategi menangkap ikan.
Dudit mengatakan, setiap elemen dalam sebuah peralatan pancing memiliki peran krusial.
Dari material yang digunakan, tingkat fleksibilitas joran, sistem drag pada reel, hingga kekuatan dan daya tahan, semuanya harus dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pemancing di berbagai medan.
Atas dasar itulah, dua sosok yang sudah malang melintang di dunia perairan mengeluarkan inovasi dari alat pancingan dengan nama Tornado.
Dengan pengalaman bertahun-tahun menghadapi tantangan di berbagai medan perairan, keduanya memutuskan untuk menciptakan produk yang lahir dari pemahaman mendalam atas kebutuhan pemancing.
Baca juga: Hobi Menyelam hingga Mancing, Prilly Latuconsina Beli Kapal Pesiar di Hari Ulang Tahunnya ke-28
Dalam setiap perjalanannya, baik di perairan air tawar maupun lautan lepas, Dudit dan Cepy kerap mendengar berbagai keluhan dari sesama pemancing.
Masalah-masalah seperti joran yang kurang fleksibel, reel yang tidak responsif, serta desain alat yang kurang ergonomis sering kali menjadi kendala utama di lapangan.
"Selama bertahun-tahun, kami mendengar banyak keluhan dari pemancing, baik yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman," ujar Dudit dari keterangannya yang dikutip pada Rabu (5/3/2025).
Dudit mengatakan, kebanyakan dari mereka mengalami kendala yang sama. Mulai dari segi kenyamanan, daya tahan alat, hingga performa yang tidak sesuai harapan.
Sementara itu Cepy Yanwar menambahkan, banyak peralatan yang tersedia di pasaran namun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan spesifik para pemancing.
Kata dia, sebagian besar produk dibuat berdasarkan teori, bukan dari pengalaman nyata di lapangan.
"Padahal, pemancing butuh alat yang benar-benar bisa diandalkan di berbagai kondisi, dari perairan dangkal hingga laut dalam," ujar Cepy.
Baca juga: Semarakkan HUT ke-78 Bhayangkara, Puluhan Jurnalis Lomba Mancing Ikan Lele Galatama di Karawang
Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia mancing, baik sebagai atlet, penguji peralatan, maupun mentor bagi pemancing muda, Dudit dan Cepy memahami bidang ini.
Dia menyebut, alat pancing bukan sekadar perlengkapan, tetapi juga bagian dari strategi dalam menangkap ikan.
"Kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar dibuat oleh pemancing, untuk pemancing. Setiap detail harus diuji langsung di lapangan." kata Cepy.
| Ikan Sapu-sapu Menguasai Sungai Jakarta, Pramono Anung Ungkap Bahayanya |
|
|---|
| Basmi Ikan Sapu-sapu, Pemkot Jakpus Bedah Kali Cideng |
|
|---|
| Tangan Kosong di Rahim Ciliwung: Kisah Arief Kamarudin Buru 'Monster' Invasif demi Nafas Ikan Lokal |
|
|---|
| Ikan Mengapung Lemas di Cisadane Diduga Akibat Limbah, Warga Ramai-ramai Turun ke Sungai |
|
|---|
| Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar Tidak Layak Konsumsi, KPKP DKI Jakarta Imbau Warga untuk Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Dudit-dan-Cepy.jpg)