Jumat, 15 Mei 2026

Pertamax Dioplos Pertalite

Dampak Dioplos Pertalite, Boikot Pertamax Terjadi, Pengendara Antre di SPBU Shell

Saat ini konsumen Pertamax melakukan aksi boikot. Mereka beralih ke merek asing, karena sudah tak percaya lagi pada produk PT Pertamina itu.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
Kompas.com/Faqih Rohman Syafei
ANTRE DI SPBU SHELL - Kendaraan mobil dan motor yang sedang mengisi BBM di SPBU Shell Indonesia di Jalan Khp Hasan Mustofa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (31/1/2025). Sejak ada isu pengoplosan Pertamax, SPBU merek asing dipenuhi kendaraan. 

"Harus diusut tuntas dan dikembangkan, tidak hanya tersangka yang sudah tertangkap, tapi saya yakin masih ada oknum pelaku yang lain," ujar Budiyanto. 

"Integritas pejabat digadaikan untuk mengejar keuntungan pribadi dan kelompok-kelompoknya, usut tuntas sampai keakar-akarnya," imbuhnya.

Adityo Wisnu, pria berusia 25 tahun asal Jakarta, salah satu konsumen Pertamax yang beralih ke SPBU swasta. 

Namun, dia lebih memilih Vivo untuk mengisi BBM motor Yamaha Nmax andalannya. 

"Sebenarnya, sudah dari sejak kasus Pertamax bermasalah. Waktu Pertamax bikin tangki BBM berlumpur. Sejak saat itu pindah ke Vivo," ujar Adityo, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. 

Vemri, pengguna roda dua, Yamaha Nmax dan Kawasaki Z900, mengatakan, awalnya menggunakan Pertamax dan Pertamax Turbo. 

Tapi, sekarang sudah beralih ke BP 92 untuk Nmax dan BP Ultimate untuk Z900. 

"Tidak juga (pindah sejak kasus oplosan). Tapi, semenjak ada kasus oplos, makin parah lagi, dan makin menjauh dari Pertamina, kecuali untuk mobil pakai Solar," kata Vemri. 

Vemri menambahkan, dirinya tidak masalah harus mengeluarkan uang sedikit lebih banyak untuk membeli BBM, asalkan kualitasnya jelas. 

Gary, pria berusia 62 tahun asal Depok, salah satu konsumen setia Pertamax, mengaku dirinya untuk sementara ini akan beralih ke Shell atau Vivo. 

Jika Pertamax sudah membaik, baru akan kembali ke Pertamina. 

"Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), tentu saja saya harus memprioritaskan produk dalam negeri. Jadi, kalau memang Pertamina sudah mampu 'membersihkan' dirinya, pasti saya akan balik ke Pertamina lagi," ujar Gary, yang mengaku sedikit terpaksa untuk menggunakan produk luar negeri. 

Sedangkan Amir, mengaku sudah rutin menggunakan Shell jenis Super sejak 2023, baik untuk motor maupun mobil yang dia gunakan. 

Dia mengatakan, sebelumnya pernah menggunakan Pertamax dan sekarang menggunakannya hanya dalam keadaan darurat. 

"Tetap yang utama Shell, kalau memang harus Pertamax, mungkin saya pakai yang (Pertamax) Turbo. Soalnya, pas pakai Shell memang ada perbedaan yang cukup terasa, dari segi efisiensi bahan bakar dan performa," kata Amir.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved