Pertamax Dioplos Pertalite

Dampak Dioplos Pertalite, Boikot Pertamax Terjadi, Pengendara Antre di SPBU Shell

Saat ini konsumen Pertamax melakukan aksi boikot. Mereka beralih ke merek asing, karena sudah tak percaya lagi pada produk PT Pertamina itu.

Editor: Valentino Verry
Kompas.com/Faqih Rohman Syafei
ANTRE DI SPBU SHELL - Kendaraan mobil dan motor yang sedang mengisi BBM di SPBU Shell Indonesia di Jalan Khp Hasan Mustofa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (31/1/2025). Sejak ada isu pengoplosan Pertamax, SPBU merek asing dipenuhi kendaraan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat ini citra PT Pertamina tengah hancur. Masyartaslkat tak lagi percaya.

Bagi sebuah perusahaan, jika tak lsgi dipercaya konsumen, tentu ini sangat berbahaya.

Ingat, untuk sukses di sebuah bisnis, kepercayaan adalah nomor satu.

Sayang, PT Pertamina, perusahaan BUMN di bidang energi, kini sudah tak dipercaya dampak dari terungkapnya praktik pengoplosan Pertamax dengan Pertalite.

Praktik ini dilakukan oknum PT Pertamina yang ingin kaya raya.

Kini, konsumen Pertamax melakukan boikot. Mereka beralih ke merek lain.

Baca juga: Komite Penghapusan Bensin Bertimbel Desak Prabowo Ikut Awasi Kasus Oplosan Pertalite jadi Pertamax

Salah satu merek yang jadi sasaran peralihan itu adalah Shell.

Maka, jangan heran bila sekarang sejumlah SPBU Shell akan ramai dan terjadi antrean.

Belum lama ini, beredar video viral di medsos yang memperlihatkan antrean di SPBU Shell hingga ke jalan raya. 

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @mood.jakarta, belum lama ini. 

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, dampak dari kasus korupsi tersebut sangat luas, terutama masalah kepercayaan. 

Baca juga: Modus Licik Pertamina Pakai Dana Ilegal untuk Oplos Pertamax Pakai Pertalite

"Kepercayaan hilang, konsumen akan berpaling ke BBM yang dipasarkan oleh swasta, seperti Shell, BP, Vivo, dan sebagainya," ujar Budiyanto, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/2/2025). 

"Di Pertamina pasti ada bagian pengawasan dan pimpinan dari level top manager sampai dengan level bawah. Kenapa sampai terjadi perbuatan melawan hukum yang cukup lama," kata Budiyanto. 

Budiyanto menambahkan, dirinya sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut. 

Sebab, Pertamina seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan penyediaan BBM untuk masyarakat.  Tapi, yang terjadi malah sebaliknya. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved