Selasa, 28 April 2026

SSB di Jabodetabek

SSB Tajimalela: Terapkan Filosofi Bambu China, Bentuk Pemain Muda yang Berkarakter

SSB asal Bekasi Tajimalela kerap menyuplai pemain untuk klub-klub profesional di Tanah Air. Bahkan, pemain binaan mereka ada yang berlaga di Liga 1.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Eko Priyono
Warta Kota/Abdul Majid
SSB ASAL BEKASI - Tim SSB Tajimalela di bawah usia 12 tahun sewaktu tampil pada Liga TopSkor U-12 di ASIOP Training Ground, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/2/2025). SSB asal Bekasi, Jawa Barat ini fokus menciptakan para pemain yang siap memperkuat klub-klub profesional di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Anda mengenal pesepak bola seperti Althaf Indie dan Faqih Maulana? Ya, keduanya merupakan pemain yang berkiprah di Liga 1 Indonesia bersama Persis Solo.

Mereka berstatus pemain yang mengenal teknik dasar sepak bola di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tajimalela.

SSB asal Bekasi, Jawa Barat ini memang kerap menghasilkan pemain yang berkiprah di Liga Indonesia.

Taufik Hidayat, pelatih SSB Tajimalela, menyebut SSB ini berdiri tahun 2014. Mereka bermarkas di Lapangan Yonif Mekanis, Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat.

Lantas apa arti nama Tajimalela? Menurut Taufik, penyematan Tajimalela memiliki arti atau filosofi yang sangat mendalam.

Pemberi nama berharap agar para pemainnya ke depan mempunyai karakter kuat sebagai pesepak bola.

"Nama Tajimalela itu filosofinya dari bambu China. Jadi itu bambu China itu kan kuat dari akar-akarnya dan kini pun kami membentuk pemain ini karakternya ya mulai dari usia dini sampai dia dewasa. Kami benar-benar membentuk untuk kuat mulai dari fisik hingga teknik," ujar Taufik kepada Warta Kota (Tribun Network) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/2/2025).

Pembinaan pesepak bola muda di SSB Tajimalela, lanjut Taufik, dimulai dari usia dini yakni U-6.

Kemudian berlanjut ke kelompok usia U-8, U9, U-10, U-11, U-12 dan yang paling dewasa U-17.

Jadwal latihannya U-6 sampai 12 tahun pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Kemudian Senin, Rabu serta Jumat untuk pesepak bola remaja.

Demi membentuk pesepak bola berkualitas, SSB Tajimalela rajin mengikuti berbagai turnamen.

Materi pemainnya berasal dari internal tim bukan pemain yang matang dari SSB atau akademi lainnya.

"Kalau kami di sini, Tajimalela yang membedakan adalah masalah pembinaannya. Jadi pembinaan kami ini murni. Setiap kompetisi kami memberdayakan pemain-pemain kami. Jadi tidak ada istilahnya cabut-mencabut pemain. Kami benar-benar manfaatkan pemain kami," tegas Taufik.

"Untuk turnamen atau kompetisi yang kami ikuti ada Topskor, IJS, Top Youth, yang itu kami peringkat dua. Terus di CSL juga kami peringkat kedua dan ketiga karena di setiap kelompok usia kami pasti menurunkan tim," sambungnya.

Persaingan sehat

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved