Kelangkaan Elpiji
Berubah Jadi Sub Pangkalan, Mila Berharap Penjualan LPG 3 Kilogram Kembali Lancar
Menurut Mila, warung kelontongnya itu ditempeli stiker 'Sub Pangkalan', usai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tinjau pangkalan gas di Palmerah
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara
Namun, hal tersebut tidak dimasalahkan oleh Ziyyan.
Pasalnya, ia tak tertarik mengubah warungnya menjadi sub pangkalan.
Pasalnya menurut dia, kelangkaan LPG 3 kilogram ini hanyalah fase yang akan mereda seiring berjalannya waktu.
"Kayaknya enggak sih (daftar sub pangkalan). Enggak apa-apa, lama-lama juga normal lagi, biasa kan," kata Ziyyan kepada Warta Kota di Jalan Inspeksi Kali Grogol, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu.
Ziyyan sendiri memiliki stok LPG 3 kilogram sebanyak 12 buah untuk dijual ke pembeli.
Biasanya, ia mengambil stok di pangkalan-pangkalan gaa terdekat dari warungnya.
Adapun harga jualnya, ia biasa membanderol dengan harga Rp 21.000.
"Cuma ini lagi kosong udah 5 hari. Saya biasa ambil ke agen (pangkalan) depan, cuma karena malas bolak baliknya, susah juga buat (kebutuhan) sendiri, jadi enggak jual dulu," jelas Ziyyan.
Ziyyan pun berharap, ke depan penjualan gas bisa lancar dan aturannya tidak mempersulit masyarakat di Indonesia. (m40)
Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini
Beli Elpiji 3 Kg Pakai QRIS akan Dikaji, Tidak Semua Masyarakat Punya M-Banking |
![]() |
---|
Bahlil Blak-blakan Subsidi Negara Rp 26 triliun Berpotensi Tak Tepat Sasaran dari Gas Melon |
![]() |
---|
Pedagang Keluhkan Susahnya Cari Gas LPG 3 Kg meski Prabowo Sudah Turun Tangan: Stok Pada Kosong |
![]() |
---|
100 Tabung LPG 3 Kg Tiba di Pangkalan, Pengecer di Jakarta Timur Belum Dapat Kiriman |
![]() |
---|
Disidak Gibran, Pemilik Pangkalan Elpiji 3 Kg di Jaksel Ini Ajukan Permintaan ke Wapres |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.