Judi Online
Kenali Ciri-ciri Anak yang Terjerat Judi Online, Disdik DKI Ungkap Indikasinya
Para Kepala Sekolah yang ada di Jakarta juga telah dibekali mengenai tanda-tanda peserta didiknya yang kemungkinan terindikasi bermain judol
"Kan ada kemungkinan di rumah sampai larut malam karena akses handphone terus menerus dengan perjudian online," tuturnya.
Selain itu, kesehatan mental mereka juga ikut terganggu, dan semua itu akan ikut berpengaruh pada konsentrasi mereka dalam proses belajar.
Saat belajar, mereka cenderung mengantuk dan tak semangat untuk mengenyam pendidikan.
"Tentunya kalau nanti dibiarkan terus menerus akan bahaya, dia nanti akan nekat bagaimana supaya bisa berujudi online, bagaimana dapat duit terus minta ke orang tua, memaksa dan ada potensi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama dan hukum," katanya.
Purwo mencontohkan aksi yang dimaksud seperti mencuri, meminjam uang kepada temannya dengan memaksa.
Karena itu, Purwo menilai judol di kalangan orang dewasa maupun anak-anak bisa sangat merugikan, baik secara fisik, mental dan hubungan sosial.
Untuk menekan ancaman itu, pihak sekolah kerap melakukan upaya mitigasi.
Mulai dari sosialisasi secara masif ke para peserta didik, hingga menyarankan para guru untuk memberi wjangan sebelum memberikan pelajaran.
"Itu lebih efektif bagaimana semua guru mau pelajaran apa saja sebelum mengajar, untuk mengingatkan (bahaya judol). Tidak hanya judi online tapi juga bijak dalam bermedia sosial," imbuhnya.
"Selain itu Dinas Pendidikan juga berkolaborasi dengan para stakeholder, kementerian, lembaga dan OPD terkait bagaimana edukasi-sosialisasi terkait pencegahan terjadinya judi online di kalangan pelajar," lanjutnya.
Bagi anak yang sudah terindikasi judol, lanjut dia, Disdik akan berkoordinasi dengan lintas OPD.
Mereka adalah Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP), Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan.
"Apabila ditemukan anak yang sudah (main judol) maka kami melakukan pendampingan secara serius oleh guru BK, psikolog kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk juga lintas OPD," pungkasnya.
Dari data tahun 2023, terdapat 1.850 anak di DKI Jakarta yang terlibat judol.
Untuk rentang usia 17 tahun terdapat 1.309 siswa, kemudian di rentang usia 11-16 tahun terdapat 441 siswa, serta anak-anak di bawah 11 tahun terdapat 106 anak. (faf)
judi online
tersangka judol
judol
Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Wakil Kepala Disdik DKI Jakarta Purwosusilo
| Bareskrim dan Polda Metro Jaya Bongkar Judi Online Internasional di Hayam Wuruk |
|
|---|
| Omzet Rp5 M, Polisi Bongkar Judi Online Berkedok Live Streaming Pornografi, 3 Tersangka Diciduk |
|
|---|
| Penempel Stiker QR Judi Online di Pesanggrahan, Dibayar Rp100 Ribu per Stiker |
|
|---|
| Politisi PDIP Pertanyakan Data PPATK yang Klaim Judol Turun, Data Internasional Sedang Marak |
|
|---|
| Terjerat Judi Online 8 Tahun hingga Rugi Rp800 Juta, Erwin Edukasi Publik |
|
|---|