Sabtu, 9 Mei 2026

Judi Online

Kenali Ciri-ciri Anak yang Terjerat Judi Online, Disdik DKI Ungkap Indikasinya

Para Kepala Sekolah yang ada di Jakarta juga telah dibekali mengenai tanda-tanda peserta didiknya yang kemungkinan terindikasi bermain judol

Tayang:

"Kan ada kemungkinan di rumah sampai larut malam karena akses handphone terus menerus dengan perjudian online," tuturnya.

Selain itu, kesehatan mental mereka juga ikut terganggu, dan semua itu akan ikut berpengaruh pada konsentrasi mereka dalam proses belajar.

Saat belajar, mereka cenderung mengantuk dan tak semangat untuk mengenyam pendidikan.

"Tentunya kalau nanti dibiarkan terus menerus akan bahaya, dia nanti akan nekat bagaimana supaya bisa berujudi online, bagaimana dapat duit terus minta ke orang tua, memaksa dan ada potensi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama dan hukum," katanya.

Purwo mencontohkan aksi yang dimaksud seperti mencuri, meminjam uang kepada temannya dengan memaksa.

Karena itu, Purwo menilai judol di kalangan orang dewasa maupun anak-anak bisa sangat merugikan, baik secara fisik, mental dan hubungan sosial.

Untuk menekan ancaman itu, pihak sekolah kerap melakukan upaya mitigasi.

Mulai dari sosialisasi secara masif ke para peserta didik, hingga menyarankan para guru untuk memberi wjangan sebelum memberikan pelajaran.

"Itu lebih efektif bagaimana semua guru mau pelajaran apa saja sebelum mengajar, untuk mengingatkan (bahaya judol). Tidak hanya judi online tapi juga bijak dalam bermedia sosial," imbuhnya.

"Selain itu Dinas Pendidikan juga berkolaborasi dengan para stakeholder, kementerian, lembaga dan OPD terkait bagaimana edukasi-sosialisasi terkait pencegahan terjadinya judi online di kalangan pelajar," lanjutnya.

Bagi anak yang sudah terindikasi judol, lanjut dia, Disdik akan berkoordinasi dengan lintas OPD.

Mereka adalah Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP), Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan.

"Apabila ditemukan anak yang sudah (main judol) maka kami melakukan pendampingan secara serius oleh guru BK, psikolog kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk juga lintas OPD," pungkasnya.

Dari data tahun 2023, terdapat 1.850 anak di DKI Jakarta yang terlibat judol.

Untuk rentang usia 17 tahun terdapat 1.309 siswa, kemudian di rentang usia 11-16 tahun terdapat 441 siswa, serta anak-anak di bawah 11 tahun terdapat 106 anak. (faf)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved