Minggu, 12 April 2026

PBSI Luncurkan Sport Science Analytics, Wamenpora: Bekal Bagus Atlet untuk Hadapi Persaingan Ketat

Wamenpra Taufik Hidayat sebut, Platform PBSI Sport Science Analytics telah dicoba oleh Tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Dok: Kemenpora
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menghadiri peluncuran Platform PBSI Sport Science Analytics di Pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Cipayung, Jakarta Timur, Senin (13/1/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menghadiri peluncuran Platform PBSI Sport Science Analytics di Pelatnas Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Cipayung, Jakarta Timur, Senin (13/1/2025).

Platform tersebut diluncurkan oleh Ketua Umum (Ketum) PP PBSI Muhammad Fadil Imran.

PBSI Sport Science Analytics adalah platform berbasis website yang pada tahap pertama pengembangannya ini berfungsi sebagai pangkalan data kondisi atlet, catatan kejadian yang berhubungan dengan kesehatan, kebugaran dan cedera serta rekomendasi intervensi dan program pengembangan dari tim pendukung yang meliputi tim medis, fisioterapi, dan nutrisi.

Fitur-fitur utama dalam platform itu adalah input data terintegrasi, logbook dari bidang-bidang, dan komparasi atlet.

Taufik yang juga Wakil Ketua Umum I PBSI itu menjelaskan bahwa pilot project program ini telah dicoba oleh Tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024.

Namun, datanya belum terstandarisasi dan masih tersebar di berbagai tempat.

Baca juga: Wamenpora Taufik Hidayat Yakin Bulu Tangkis Indonesia Berjaya Lagi dan Bisa Pertahankan Tradisi Emas

"Tugas federasi adalah memfasilitasi proses dan menyiapkan suasana yang kondusif bagi perkembangan atlet," kata Taufik.

"Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam memanfaatkan sains dan teknologi dalam membekali atlet menghadapi persaingan yang makin keras," ujar peraih medali emas tunggal putra Olimpiade Athena 2004 itu.

Dalam kunjungannya, Taufik dan Muhammad Fadil Imran menyaksikan proses pengambilan data kondisi atlet, yaitu Bagas Maulana, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, M. Shohibul Fikri, Alwi Farhan, Ester Nurumi Tri Wardoyo, Komang Ayu Cahya Dewi, dan lain-lain.

Baca juga: Anthony Sinisuka Ginting Mundur dari India Open 2025, Kabid Binpres PBSI Eng Hian Ungkap Penyebabnya

Pengambilan data tersebut mencakup pengukuran profil medis umum, profil antropometri atau dimensi tubuh manusia seperti ukuran, proporsi, dan komposisinya, profil kebutuhan nutrisi, profil kebugaran dan tingkat kelelahan, komponen biomotor, serta screening aspek fisioterapis untuk mencatat riwayat cedera, ruang gerak sendi, otot, dan kontraksi maksimal otot.

Platform ini memiliki dashboard yang dapat dipantau langsung oleh Ketua Umum, Wakil Ketua Umum I, dan Ketua Bidang Pembinaan, dan Prestasi Pelatnas PBSI.

Tujuan dari platform itu bertujuan supaya kondisi atlet dapat terpantau real time, termasuk tindak lanjut yang dibutuhkan.

"Platform ini bukan hanya untuk memantau kondisi atlet, tapi memantau juga kinerja pelatih teknik, pelatih fisik dan tim pendukung dalam mengembangkan program berbasis data," jelas Taufik.

Baca juga: Yeremia Minta Maaf, Sekjen PP PBSI Muhammad Fadil Imran: Pemain Harus Beretika Ketika Berinternet

Sementara itu, Muhammad Fadil Imran menyampaikan bahwa platform yang diluncurkan saat ini bersifat rintisan, masih belum sempurna, dan akan terus dikembangkan untuk membangun ekosistem sport science yang komprehensif.

"Untuk itu, kami juga menggandeng para profesional dan pakar," kata Muhammad Fadil Imran.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved