Korupsi
Korupsi Dinas Kebudayaan DKI, Pengamat: Bukti Lemahnya Pengawasan Tim Audit dan BPK RI
Korupsi Dinas Kebudayaan DKI, Pengamat: Bukti Lemahnya Pengawasan Tim Audit dan BPK RI
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus korupsi di Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menarik perhatian publik karena para pelaku melakukan kegiatan fiktif.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, mengatakan bahwa kasus ini menjadi bukti lemahnya pengawasan dari tim audit maupun BPK RI.
Bahkan, ia menduga bahwa terkadang tim audit maupun pengawasan turut terlibat dalam praktik korupsi tersebut.
"Kadang-kadang ada kong kali kong, ada persekongkolan. Audit BPK itu sudah bukan hal yang asing, sering kali terjadi kesepakatan-kesepakatan di situ," katanya saat dikonfirmasi pada Selasa (7/1/2025).
Menurutnya, aksi korupsi yang terjadi mencerminkan ketidaktransparanan anggaran dan kurangnya kejujuran dari para pelaku.
"Di birokrasi kita memang seperti itu, sistem pengadaan barang sudah dibenahi, e-procurement juga sudah bagus," ungkapnya.
Oleh karena itu, Trubus menilai bahwa korupsi tersebut terjadi karena pelaku tidak memiliki moral, dan seharusnya mereka dimiskinkan.
"Sejatinya, orang Indonesia lebih takut jatuh miskin daripada menghadapi hukuman penjara atau mati," imbuhnya.
| Saksi Google Hadir Online, Ahli Hukum Soroti Celah di Sidang Nadiem Makarim |
|
|---|
| Pandangan Pengamat Soal Peran Ibam Dalam Kasus Pengadaan Chromebook |
|
|---|
| Audit Investigasi, Inspektorat Temukan 4 PNS Pemkab Bogor Terindikasi Jual Beli Jabatan |
|
|---|
| KPK Ungkap Dugaan Intimidasi di Kasus Ade Kuswara, Rumah Saksi Terbakar |
|
|---|
| Sidang Duta Palma Memanas, Penyitaan Aset Diprotes dan Kondisi Surya Darmadi Disorot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/iwan-henry.jpg)