Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Video

VIDEO Terungkap Pelaku Pelecehan di Ciledug Bukan Ustaz, Cuma Suka Main Hadroh

Pendamping para korban pelecehan ustaz di Ciledug berinisial W, yakni Dadang ungkap jika pelaku kurang layak disebut sebagai ustaz.

Tayang:
Penulis: Nurmahadi | Editor: Fredderix Luttex

"Enggak ada (ancaman), cuma biasanya korban dikasih uang habis dilakukan pelecehan tersebut," paparnya.

Baca juga: Seorang Pedagang Diduga Dikeroyok Sekuriti TMII hingga Babak Belur, Begini Awal Mulanya

Diketahui, pelaku pencabulan tersebut merupakan ustaz berinisial W (40), yang tinggal di kawasan Ciledug, Kota Tangerang.

Pelecehan seksual terhadap F, telah terjadi sejak korban masih kelas 6 sekolah dasar (SD), tepatnya 7 tahun lalu.

F pun mengatakan, belum memiliki keberanian untuk mengungkap kasus pelecehan yang dialaminya, pada saat itu.

Pasalnya kata F, keluarga pelaku mengaku tak percaya jika W telah melakukan pelecehan seksual.

Bahkan, keluarga pelaku malah memutarbalikkan fakta, dengan menuduh F yang telah melakukan pelecehan seksual tersebut.

"Karena pihak keluarga pelaku enggak percaya, jadi dia memutar balikan fakta bahwa saya yang melakukan pelecehan tersebut," paparnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (1/1/2025).

Pelecehan itu kata F, dilakukan pelaku di sebuah majelis taklim tempat belajar mengaji, di Kawasan Ciledug, Kota Tangerang.

Usai mengalami pelecehan seksual, F mengaku trauma selama 1 tahun.

Dia merasakan ketakutan yang mendalam, baik untuk ke luar rumah maupun bertemu dengan pelaku.

"Saya mengalami trauma selama 1 tahunan, saya takut ketemu pelaku, saya juga takut ke luar rumah," ungkapnya.

Kendati demikian, saat ini dirinya mengaku trauma yang dialaminya itu telah hilang, hingga berani membongkar kasus pelecehan seksual yang dilakukan W.

"Alhamdulillah sekarang traumanya sudah hilang, saya pun berharap kepada korban-korban lainnya, untuk menguatkan mental, setelah kasus ini dilaporkan ke polisi," ungkapnya.

Di samping itu, F juga menceritakan soal, peristiwa pelecehan yang dialaminya.

Kejadian itu kata F, bermula ketika dirinya masih berusia 11 tahun atau kelas 6 SD.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved