Rabu, 15 April 2026

Berita Video

VIDEO Terungkap Pelaku Pelecehan di Ciledug Bukan Ustaz, Cuma Suka Main Hadroh

Pendamping para korban pelecehan ustaz di Ciledug berinisial W, yakni Dadang ungkap jika pelaku kurang layak disebut sebagai ustaz.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM TANGERANG- Pendamping para korban pelecehan ustaz di Ciledug berinisial W, yakni Dadang ungkap jika pelaku kurang layak disebut sebagai ustaz.

Pasalnya kata Dadang, dia tak pernah melihat W membaca Al Quran bahkan membaca kitab keislaman.

Yang Dadang ketahui, pelaku memang kerap ikut bermain hadroh dalam acara keagamaan, di lokasi tertentu.

"Secara personal saya enggak terlalu kenal dalam, beberapa kali menemui dia suka main hadroh, saya belum pernah liat dia punya keahilan mengajar atau membaca kitab, yang jelas dia bukan ustaz," kata Dadang saat ditemui, Rabu (1/1/2025).

Dadang mengatakan, kenal dekat dengan keluarga pelaku. Dia menyebut pelaku tinggal bersama keluarganya, yang berisi, kakak dan adik-adiknya, yang letaknya tak jauh dari lokasi terjadinya pelecehan seksual.

Dia juga menuturkan bahwa pelaku saat ini memiliki istri, meski begitu Dadang tak mengetahui lebih lanjut apakah W sempat menikah atau tidak.

"Saya kenal dekat dengan keluarganya, di sini dia (pelaku) hidup dengan kakaknya, adik-adiknya. Saat ini dia enggak punya istri, cuma sudah menikah atau belum saya enggak tahu," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu korban pelecehan di Ciledug berinisial F (18) ungkap modus W (40) dalam mencabuli puluhan muridnya.

Baca juga: Kronologi Pengacara di Bone Sulsel Tewas usai Ditembak di Depan Keluarga, Istri Shock Berat

F menjelaskan, aksi pelecehan seksual itu telah dilakukan W sejak puluhan tahun lalu, sekira tahun 2000-an.

Korbannya pun kurang lebih mencapai 30 orang yang masih merupakan anak di bawah umur.

F mengatakan, pelaku tak melemparkan ancaman, untuk melancarkan aksi pencabulannya.

Kendati begitu, pelaku biasanya langsung melakukan aksinya, dengan memegang kemaluan korban, dan melecehkannya.

"Tiba-tiba saja langsung melakukan pelecehan. Kaya saya lagi main game di hp, tiba-tiba dia di samping saya," kata F kepada wartawan, Rabu (1/1/2025).

F mengaku, agar korban tak membeberkan pencabulan tersebut, W kerap memberikan uang usai melancarkan aksinya.

Dia menuturkan, nominal yang diberikan pun beragam, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved