Berita Jakarta
Tegas Menolak Gubernur Dipilih DPRD, Begini Alasan Ahok
Pemilihan Gubernur lewat dewan hanya membuka peluang ‘main mata’ antara calon dengan pimpinan partai yang ada di DPRD.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Prabowo menilai, sistem politik dengan pilkada langsung menghabiskan banyak uang negara dalam hitungan hari. Tak hanya itu, para tokoh politik juga harus merogoh kocek yang tidak sedikit.
Ia memberikan contoh Malaysia, Singapura hingga India yang sudah melakukan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Nantinya, para anggota DPRD menjadi penentu terpilihnya calon kepala daerah.
"Sekali milih anggota DPRD, DPRD itu lah yang milih gubernur milih bupati. Efisien, enggak keluar duit, efisien, kaya kita kaya," tegasnya.
Dengan begitu, kata Prabowo, anggaran negara bisa dipakai untuk keperluan program pemerintah lainnya.
Misalnya, makan bergizi gratis bagi anak-anak hingga perbaikan sekolah.
Lalu, Prabowo pun menyentil para ketua umum parpol yang hadir dalam acara HUT Golkar tersebut.
Dia pun berkelakar semuanya bisa memutuskan perubahan sistem politik pada malam ini.
"Banyak ketua umum (parpol), ini sebetulnya bisa kita putuskan malam ini juga, bagaimana? Kalau saya, jangan terlalu dengarkan konsultan-konsultan asing. Sekali lagi, saya tidak mau mengajak, kita anti orang asing, tidak, tapi belum tentu mereka mikirin kita kok," tutupnya. (faf)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| PKB Kritik Rencana Nama Halte untuk Parpol, Sebut Politisasi Ruang Publik |
|
|---|
| Apel Gabungan di Pesanggrahan, Polisi-TNI dan Warga Jaga Keamanan Jakarta Selatan |
|
|---|
| Hujan dan Angin Kencang, 12 Pohon Tumbang di Jakarta Timur |
|
|---|
| Sistem Booking Royaltrans Picu Kepadatan, Pramono Minta Transjakarta Evaluasi |
|
|---|
| Diprotes Warga karena Mengganggu, Lapangan Padel dan Mini Soccer di Simprug Jaksel Masih Beroperasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Basuki-Tjahaja-Purnama-alias-Ahok-saat-menghadiri-acara-Bentang-Harapan-JakASA.jpg)