Berita Jakarta
Komisioner Kompolnas Sebut Ada 2 Kluster Pemerasan WN Malaysia di DWP, Apa Saja?
Pemerasan WN Malaysia dalam gelaran Djakarta Warehouse Project diduga dilakukan 18 polisi, yakni pemberi perintah dan pelaksana perintah
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Komisioner Kompolnas, Muhammad Choirul Anam menyebut, ada dua kluster terkait kasus pemerasan WN Malaysia dalam gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP).
Pemerasan WN Malaysia diduga dilakukan 18 polisi, yakni pemberi perintah dan pelaksana perintah.
"2 kluster besar itu, ya bisa dikategorikan hanya 2, satu yang menggerakkan, satu yang digerakkan," ujar Anam, Jumat (27/12/2024).
Menurut dia, kluster tersebut baik pemberi perintah yang berpangkat lebih tinggi maupun pelaksana perintah dalam hal ini memeras penonton DWP harus menerima konsekuensinya.
"Apa konsekuensinya? Ya konsekuensinya sanksi yang proporsionalitas. Artinya, siapa pun yang melakukan pelanggaran tersebut, dan memiliki peran signifikan, tanggung jawabnya signifikan, oleh karenanya sanksinya tegas," kata dia.
Baca juga: WN Malaysia Korban Dugaan Pemerasan Oknum Polisi Berjumlah 45 Orang, Barang Bukti Rp2,5 miliar
"Jauh lebih berat. Nah, siapa pun yang memiliki peran tapi tidak signifikan, tapi masuk dalam pelanggaran, ya sanksinya lebih ringan. Kategorisasi itu jadi sangat penting, berkaitan dengan soal proporsionalitas dari sanksi," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto melakukan rotasi dan mutasi terhadap perwira menengah (pamen) di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Adapun jabatan tiga Kasubdit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya hingga Kapolsek pun turut diganti.
Mutasi itu tertuang dalam Nomor ST/429/XII/KEP.2024 tanggal 25 Desember 2024 yang ditandatangani Karo SDM Kombes Muh Dwita Kumu Wardana atas nama Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
Total ada 43 anggota polisi yang dilakukan rotasi dan mutasi oleh Kapolda Metro Jaya dalam surat telegram.
Bahkan beberapa anggota yang dirotasi dan mutasi tersebut buntut kasus dugaan pemerasan Warga Negara (WN) Malaysia dalam gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP).
Baca juga: 18 Anggota Polisi yang Diduga Peras Penonton DWP Kini Dipatsus di Divpropam Polri
Mereka antara lain Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Bariu Bawana, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Wahyu Hidayat, dan Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino Edward Yusticia.
Untuk posisi Bariu, Kompol Bambang Prakoso yang sebelumnya merupakan Pamen Polda Metro Jaya (Pindahan dari Polda Sultra), diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
Sedangkan Kompol Ari Galang Saputro yang sebelumnya Pamen Polda Metro Jaya (Pindahan dari Divhumas Polri), diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggantikan Wahyu Hidayat.
Lalu Kompol Ade Candra selaku Pamen Polda Metro Jaya (Pindahan dari Divhumas Polri), diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggantikan posisi Malvino.
Muhammad Choirul Anam
pemerasan WN Malaysia
Djakarta Warehouse Project 2024
polisi
Komisioner Kompolnas
| 2 Pengemis Berpakaian Pocong Ditangkap Sudinsos Jaktim, Alasannya Ingin Diperhatikan |
|
|---|
| FLO DKI Jakarta Harap Kepemimpinan Syafrin Liputo Perkuat Pelayanan dan Pembangunan di Jaksel |
|
|---|
| Berkaca Jalan Amblas di Lenteng Agung, Rano Karno Minta Inventarisasi Saluran Tua |
|
|---|
| Gercep Perbaiki Jalan Amblas Lenteng Agung, Rano Karno Puji Sudin SDA Jaksel |
|
|---|
| Resmi Jabat Wali Kota Jaksel, Ini Fokus 100 Hari Kerja Syafrin Liputo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Muhammad-Choirul-Anam-Kompolnas44.jpg)