Hari Ibu

Peringatan Hari Ibu Jadi Momentum Pembentukan Karakter & Perilaku Anak

figur ibu tidak hanya memberikan pendidikan agama dan pendidikan formal kepada anak-anak

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Warta kota
Ketua Umum Yayasan Kemanusiaan Rombsis Indonesia, Andi Idhanursanty dalam peringatan Hari Ibu (Ramadhan L Q) 

 


Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ketua Umum Yayasan Kemanusiaan Rombsis Indonesia, Andi Idhanursanty menyebut, peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momentum peran orang tua, terutama ibu, dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak.

"Ibu adalah sosok yang sangat penting dalam membimbing anak-anak. Oleh karena itu, ibu-ibu harus percaya diri dan terus belajar untuk menghadapi tantangan, salah satunya dalam mengatasi KDRT," kata Andi, di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2024).

Menurut dia, figur ibu tidak hanya memberikan pendidikan agama dan pendidikan formal kepada anak-anak, tapi juga mesti jadi contoh yang baik dalam menerapkan nilai-nilai kehidupan. 

Ia turut menyinggung masalah KDRT dan mengajak ibu-ibu untuk mengikuti kegiatan edukasi.

"Ini agar dapat menjadi perempuan yang bermanfaat, baik untuk keluarga maupun masyarakat," ucap dia.

Di sisi lain, Andi Yuliani Paris selaku anggota DPR RI Komisi XI, Andi Yuliani Paris menuturkan, banyak kasus KDRT yang dialami perempuan berawal dari permasalahan ekonomi. 

Oleh karena itu, melakukan perubahan sistem pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja merupakan salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran.

 

"Kasus KDRT terhadap perempuan sering kali berakar pada masalah ekonomi. Oleh karena itu, kita perlu fokus pada program-program pemberdayaan ekonomi, terutama bagi generasi muda," tutur Yuliani.

"Pemerintah harus memastikan ada lebih banyak lapangan pekerjaan yang bisa diakses oleh generasi muda, agar mereka tidak terjebak dalam kondisi yang memperburuk kekerasan dalam rumah tangga," sambungnya.

 

Pentingnya peran pendidikan dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan turut ditekankannya dengan menyarankan agar kurikulum pendidikan di tingkat sekolah menengah, baik SMA dan SMK serta perguruan tinggi diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved