Rabu, 6 Mei 2026

Berita Jakarta

Sopir Bus AKAP di Kalideres Sering Nombok, Libur Nataru Tidak Ada Pengaruhnya

Menurut Jaja sopir bus AKAP, musim Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) ini tidak membawa perubahan apapun untuknya.

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
Kisah sopir bus AKAP Sahabat, Jaja Rodia. 

WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES — Berdiri di depan bus Sahabat jurusan Kalideres - Kuningan, Jaja Rodia (42) tak henti menawarkan jasanya kepada setiap orang yang melintas.

Ia selalu menanyakan tujuan keberangkatannya, sembari harap-harap dapat penumpang untuk mengisi busnya yang masih kosong.

Padahal, Jaja harus segera berangkat ke Kuningan, Jawa Barat, sesuai jam keberangkatannya pada pukul 13.00 WIB.

Menurut Jaja, musim Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) ini tidak membawa perubahan apapun untuknya.

Penumpang yang menggunakan bus sangatlah sedikit, hingga bisa dihitung oleh jari.

"Sama aja sepi (Nataru). (Penumpang) pada sewa, ini aja merosot enggak ada sewa sama sekali," kata Jaja saat ditemui Warta Kota di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (11/12/2024).

Baca juga: Revi Beri Peringatan Bus AKAP saat Ramp Check Menjelang Nataru di Terminal Kalideres

"Cuma dua orang ini belum ada pendapatan," imbuhnya.

Alih-alih mendapat uang, tak jarang Jaja justru menombok uang sewa lantaran setoran dari penumpang tidak cukup.

Walhasil, biaya bensin atau perawatan mobil mau tidak mau harus Jaja yang menanggungnya selama dalam perjalanan menuju Kuningan.

"Nombok pasti, apalagi akhir tahun gini. Tapi mau gimana lagi, kami penumpang 7 aja kemarin tetap harus berangkat, kalau enggak penumpang kecewa," katanya.

"Pukul 13.00 WIB berangkat, sampai (Kuningan) pukul 17.00 WIB. Pukul 06.30 WIB, udah berangkat lagi ke Kalideres," imbuhnya.

Baca juga: Sopir Bus AKAP di Terminal Kalideres Jalani Tes Kesehatan, Wajibkan Ada Sopir Bus Cadangan

Pria yang sudah 20 tahun menjadi sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) itu berujar, normalnya ia membawa 20 penumpang.

Namun, sejak merebaknya jasa travel dan perkembangan zaman, penumpang bus terus mengalami kemerosotan.

Dengan kondisi yang sulit itu, tak jarang Jaja menemukan penumpang yang menawar tarif bus. 

Hal itu juga yang membuat Jaja tak mendapat apapun, selain lelah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved