Kesehatan
Waspada Flu Singapura Pada Anak, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan
Penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dikenal sebagai Flu Singapura adalah penyakit menular yang sering menyerang anak-anak.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dikenal sebagai Flu Singapura adalah penyakit menular yang sering menyerang anak-anak.
Menurut Dokter Spesialis Anak di RS St. Carolus Summarecon Serpong, dr. Dewi Surya Kusuma, HFMD disebabkan oleh virus Enterovirus 71 (EV71) dan Coxsackievirus 16.
Meski namanya mengacu pada Singapura, namun kasus pertama HFMD justru ditemukan di Selandia Baru pada tahun 1957.
"Penyakit ini mulai dikenal sebagai "Flu Singapura" setelah menjadi wabah besar di Singapura pada tahun 2000, menyebabkan banyak kasus berat," ungkap dr. Dewi pada Seminar Edukasi Kesehatan bertajuk Aman dan Cepat Atasi Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) di Auditorium Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong, Jumat (29/11/2024) lalu.
Anak-anak menjadi populasi berisiko HFMD
Anak-anak menjadi populasi yang beresiko terkena HFMD, terutama pada anak di bawah usia 10 tahun, dengan angka kejadian tertinggi pada balita di bawah usia 3 tahun.
"Orang dewasa cenderung lebih jarang terkena HFMD karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat," sebut dr. Dewi.
Gejala awal HFMD
Dr. Dewi menyebutkan, gejala awal dari HFMD adalah demam dengan suhu tubuh mencapai 38–39 derajat Celsius selama 1–2 hari.
Kemudian timbul lesi pada kulit, yakni ruam merah di telapak tangan, telapak kaki, dan sekitar mulut.
"Selain itu, penderita juga mengalami gejala nyeri untuk menelan, tidak nafsu makan, hingga sariawan," ucapnya.
Sementara, lanjut dr. Dewi, pada kasus HFMD yang disebabkan oleh virus EV71 memiliki gejala yang lebih berat, yakni demam tinggi dengan suhu diatas 39 derajat celsius hingga tiga hari.
"Penderitas HFMD juga bisa mengalami kondisi lemas, faringitis, dan dehidrasi berat, serta bisa berisiko komplikasi berat jika tidak ditangani secara serius seperti ensefalitis yakni peradangan otak yang menyebabkan gangguan saraf atau meningitis yaitu infeksi pada selaput otak yang dapat memicu kejang," jelas dr. Dewi.
"Bahkan pada kasus yang sangat berat akibat infeksi EV71, penderita HFMD bisa mengalami gagal jantung dan pernapasan," tambah dr. Dewi.
Langkah pencegahan HFMD
| Faktor Genetik Pengaruhi Risiko Jantung dan Tekanan Darah Tinggi |
|
|---|
| Ketum PERDOSRI: Pentingnya Perubahan Paradigma Layanan Kesehatan Menuju Pemulihan Fungsi |
|
|---|
| IDAI Rilis Panduan Mudik Sehat Bersama Anak, Vaksinasi Jadi Prioritas |
|
|---|
| Buku Saku 'Ngrumat' Diterbitkan, Terobosan Puskesmas Tanpa Dinding untuk Menjamah Pasien Tersisihkan |
|
|---|
| Masalah Kesehatan Perempuan Tak Hanya Reproduksi, Perlu Penanganan Menyeluruh Secara Holistik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Dokter-Spesialis-Anak-dr-Dewi-Surya-Kusuma.jpg)