Senin, 13 April 2026

Buruh Memohon Prabowo Subianto Selamatkan PT Sritex Dari Ancaman Bangkrut

Buruh memohon agar Presiden Prabowo Subianto bisa menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex dari ancaman kebangkrutan.

Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM - Buruh memohon agar Presiden Prabowo Subianto bisa menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex dari ancaman kebangkrutan. 

Hal itu diungkapkan Presiden Partai Buruh Said Iqbal usai Pengadilan Niaga Kota Semarang memutuskan PT Sritex pailit

Menurut Said Iqbal pemerintah bisa intervensi hukum di MA lewat biro hukum dari 4 menteri yang ditugaskan Presiden Prabowo untuk menyelamatkan Sritex. 

"Empat menteri yang ditugaskan oleh Presiden Prabowo hanya satu (Yang perlu dilakukan). Lakukan intervensi hukum di Mahkamah Agung (MA)," kata Said Iqbal dalam konferensi daring, Minggu (27/10/2024) seperti dimuat Tribunnews.com

Jadi empat menteri yang ditugaskan, kata Said Iqbal lewat biro hukumnya disarankan oleh Partai Buruh dan KSPI ikut menjadi kuasa intervensi ke MA. 

"Agar kasasi di MA itu membatalkan pailit Sritex. Karena cuman PT Indo Bharat Rayon doang (Pemohon pailit)," jelasnya. 

Jadi, kata Said Iqbal menteri-menteri yang sudah ditugaskan hanya satu. 

Dengan hal itu diharapkan putusan Pengadilan Niaga Kota Semarang yang menyatakan PT Sritex bangkrut bisa dibatalkan.

Setelah itu kata Said, pemerintah bisa memberikan dana talangan untuk Indo Bharat.

"Ikut kuasa intervensi di Sritex gugat Mahkamah Agung kasasinya batalin itu pailit. Dengan batal pailit maka pemerintah lanjutannya adalah berikan dana talangan dulu untuk Indo Bharat. Selesai dan pailit dicabut," kata Said Iqbal

Ia juga mengatakan pihak KSPI siap untuk meminta manajemen Indo Bharat berkompromi.

"Itu namanya kerja yang langsung ke persoalan nggak usah beretorika. Nggak usah pemerintah itu seolah-olah pro kepada buruh. Kita tahu pemerintah tidak pro terhadap buruh," tegasnya. 

Selain itu Said Iqbal menilai pailitnya perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut karena daya beli masyarakat yang menurun dan impor China. 

Baca juga: PT Sritex Melawan Usai Dinyatakan Pailit, Pabrik Dipastikan Tetap Operasi Seperti Biasa

"Penyebab runtuhnya industri tekstil di Indonesia pertama daya beli yang turun salah satu penyebab faktor daya beli turun adalah deflasi," kata Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu (27/10/2024). 

Penyebab deflasi, kata Said Iqbal, karena upah buruh selama 3 tahun sebelumnya tidak pernah naik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved