Kamis, 30 April 2026

Pilkada Jakarta

Pesan Eks Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi ke Pram-Rano: Bereskan Banjir dan Macet

Jelang debat Pilkada, Prasetyo Edi Marsudi beri masukan pada Pramono dan Rano tentang permasalahan yang kerap dihadapi di Jakarta

Tayang:
Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
Jelang debat Pilkada, timses beri masukan pada Pramono-Rano Karno tentang permasalahan di Jakarta 

"Debat itu kan tujuannya memberikan kesempatan pada calon bersama sama untuk membahas sebuah tema besar yang tujuannya pesan apa yang ingin disampaikan ke warga Jakarta," ujar dia.

"Kalau tujuan kita hanya ingin saling jegal, apa lagi ada yang punya niat untuk memalukan pasangan lain dengan cara itu tadi, dengan menggunakan istilah-istilah yang secara awam hanya dia yang tadi, berharap pasangan lain gak tahu , saya kira itu kan sangat tidak edukatif untuk masyarakat," tambah dia.

Cak Lontong menegaskan, debat merupakan kesempatan bagi pasangan calon yang bertarung di Pilkada untuk unjuk gigi ke masyarakat, bukan justru menjatuhkan dengan cara-cara pengunaan istilah menyulitkan.

"Kita bukan ingin menunjukkan kita lebih pintar, enggak, kita ingin tunjukkan bahwa anda pilih dengan benar pada apa yang apa kita sampaikan," jelas dia.

Persiapkan diri jelang debat

Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, memastikan dirinya dan Rano Karno mempersiapkan diri untuk pelaksanaan debat pada 6 Oktober 2024.

Menurutnya, berbagai diskusi dilakukan guna mematangkan materi debat.

“Tentunya saya sudah mempersiapkan diri dan secara materi tidak ada yang buat saya merasa baru, karena selama ini di pemerintahan selama dua periode (Sekretaris kabinet) saya menyiapkan,” ucap Pramono, Rabu (2/10/2924).

Pramono juga mengaku tak akan menggunakan istilah atau sebuah singkatan dalam memaparkan gagasannya.

Seperti diketahui, penggunaan singkatan dalam debat menjadi sorotan setelah Gibran Rakabuming melakukannya saat debat pilpres.

Apa yang dilakukan Gibran, dinilai sebuah langkah jebakan untuk lawan debat

“Iya saya akan lebih mengutamakan yang namanya debat itu jangan bertanya singkatan karena bagaimana pun kalau cuman bertanya singkatan ya enggak semua orang pasti hafal akan singkatan itu. Yang namanya singkatan juga bisa dibuat buat. Jadi lebih baik substansinya gagasannya, idenya bagaimana cara penyelesaiannya, itu lebih substansi,” jelas mantan Sekretaris Kabinet itu. 

Dia mengklaim, sudah berkomunikasi dengan dua mantan Gubernur Jakarta jelang debat pertama. Dua sosok itu ialah Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ia mengaku, telah mempelajari program-program Anies dan Ahok selama keduanya menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

“Pak Ahok sudah pasti hampir setiap hari kasih masukan terus menerus, kalau mas Anies apa yang dirilis mas Anies visi misi dia kan keliatan betul kalau hampir sama dengan saya. Salah satu yang dilain pasti tidak ada, di tempat lain tidak ada di tempat saya ada di tempat mas anies ada adalah Work From Everywhere karena itu kan memikirkan betul bagi Gen Z maupun milenial,” ucap Pram. (m27)

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved