Tebar Optimisme Calon Pengusaha, Ada Rencana Merintis Usaha Kecil dalam 18 Bulan Mendatang
Meski sekarang ini ada kekhawatiran tentang kondisi ekonomi yang sedang mengalami tantangan, tetap saja ada optimisme dari para calon pengusaha.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Meski sekarang ini ada kekhawatiran tentang kondisi ekonomi sedang mengalami tantangan, tetap saja ada optimisme dari para calon pengusaha.
Buktinya berdasar "Asia Pacific Business of Wellness Survey", ada dari para calon pengusaha yang berniat untuk merintis usaha kecil dalam 18 bulan ke depan.
Survei yang diselenggarakan oleh Herbalife dan dilakukan oleh Talker Research pada bulan Juni 2024 memberikan sejumlah catatan penting.
Ada lebih dari empat dari lima (86 persen) calon pengusaha di Indonesia berencana merintis usaha kecil dalam 18 bulan ke depan.
Selain itu, terdapat sentimen positif terhadap kewirausahaan dengan 87 % responden menyatakan optimisme mengenai peluang usaha dalam beberapa bulan mendatang.
Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan pihaknya masih melihat adanya optimisme yang mendasar bagi calon pengusaha kecil di Indonesia untuk memulai atau merintis usaha.
Baca juga: Slogan “Jakarta Menyala” Pram-Doel Lebih Melekat di Masyarakat, Jubir: Dekat dengan Generasi Muda
"Dalam survei ini juga mengungkapkan banyak wirausahawan di Indonesia optimis bisnis akan lebih kuat pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya," ucapnya berdasarkan keterangan tertulis, Kamis (3/10/2024).
Meskipun kondisi ekonomi mempengaruhi kemampuan bisnis untuk melunasi utang, meningkatkan biaya, dan menyebabkan perubahan pada produk dan layanan yang ditawarkan.
99 % pengusaha yang disurvei di Indonesia mengharapkan bisnis mereka menjadi lebih kuat pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu terdapat tiga tantangan besar yang dihadapi pemilik usaha sekarang ini.
Pertama adalah mempertahankan pelanggan mereka (32 % ), kemampuan untuk menghasilkan pendapatan di tengah kenaikan inflasi (29 % ), dan mempertahankan kelangsungan bisnis, yang membutuhkan lebih banyak jam kerja daripada yang dapat mereka kelola (26 % ).
"Sebagian besar wirausahawan di Indonesia (91 % ) mempertimbangkan Penjualan Langsung sebagai pilihan bisnis yang potensial," tuturnya.
Di antara responden Indonesia yang ada keinginan meningkatkan pengeluaran untuk kesehatan dan kebugaran, dua kategori utama adalah suplemen (75 % ) dan kelas kebugaran (35 % ).
Sementara para calon pengusaha saat ini, mengungkapkan bahwa keterbukaan terhadap penjualan langsung (direct selling) paling tinggi di antara kelompok usia Gen Z (70 % ) dan Milenial (65 % ).
"Sebagai perusahaan kesehatan dan gaya hidup yang lekat pada nilai kewirausahaan, kami berkomitmen untuk membina wirausahawan dengan menciptakan peluang mengembangkan potensi mereka," katanya.
| William Heinrich Siap Maju Caketum BPP HIPMI, Utus Komite Pemenangan Ambil Formulir Pendaftaran |
|
|---|
| Pengusaha Muda Cari Kepastian di Tengah Tekanan Global Lewat Kolaborasi |
|
|---|
| Kabar Gembira untuk Pengusaha Dapur MBG Bakal Dapat Insentif Rp144 Juta Perbulan |
|
|---|
| Nama Pejabat dan Pengusaha Indonesia Tercantum dalam Ratusan Dokumen Epstein, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| Prabowo Subianto Akan Berantas Pengusaha Serakahnomics, Apa Itu? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/menjalankan-usaha__7777.jpg)