Selasa, 14 April 2026

Berita Nasional

Preman Bubarkan Diskusi, Polisi Tangkap Si Rambut Kuncir, Refly Harun: Bukan Orang Sembarangan itu

Pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti satu orang preman yang ditangkap polisi karena membubarkan diskusi Kemang. Pria itu si rambut kuncir.

Editor: Valentino Verry
kompas.com
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti satu orang preman yang turut membubarkan diskusi di Kemang, Jaksel, akhir pekan lalu. Menurutnya, pria berambut kuncir bukan orang sembarangan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menahan beberapa preman yang terlibat dalam pembubaran diskusi di Kemang, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Dari beberapa pria berkulit hitam yang ditangkap polisi, ada satu sosok yang cukup mencolok.

Karena penampilannya yang unik, rambut keriting dikuncir.

Menurut pakar hukum tata negara Refly Harun, si rambut kuncir itu bukan orang sembarangan. 

Refly curiga pria yang sudah ditetapkan menjadi tersangka itu pernah hadir di acara sebuah partai politik.

"Kita lihat ya, si rambut kuncir ternyata hadir dalam kegiatan suatu partai politik kita enggak ngerti ya, kok dia bisa ada di sana artinya ini bukan preman sembarangan bisa hadir di kegiatan sebuah partai politik," ujar Refly seperti dikutip dari Youtube @ReflyHarunOfficial yang tayang pada Senin (30/9/2024). 

Baca juga: Gerak Cepat Polri Ungkap Pelaku Pembubaran Paksa Acara Diskusi Refly Harun Cs Diapresiasi

"Akan tetapi tentu kita tidak mengatakan bahwa partai politik tersebut terlibat, tidak demikian, tetapi berarti orang ini bukan orang sembarangan, karena bisa hadir dalam kegiatan partai politik seperti itu," tambahnya.

Menurutnya, video yang viral saat pembubaran diskusi bisa menjadi petunjuk polisi untuk mengungkap lebih jauh siapa dalang di balik pembubaran paksa acara yang dihadiri sejumlah aktivis dan tokoh itu.

"Menurut saya very easy sebenarnya untuk melakukan investigasi lebih lanjut siapa dia sebenarnya apa kaitannya dengan pihak-pihak yang kemudian viral dan lain sebagainya, begitu," katanya. 

Refly juga menyenggol aparat hukum untuk tak tebang pilih dan bersikap transparan dalam mengungkap kasus pembubaran paksa itu.

Baca juga: Preman Leluasa Merangsek Masuk dan Bubarkan Diskusi di Grand Kemang, Propam Periksa 30 Polisi

Pasalnya, Refly menilai kasus yang diduga ada keterlibatan pembesar di baliknya lamban diungkap polisi. 

Sementara, kasus yang berkaitan dengan orang kecil justru sebaliknya. 

"Kita jangan giliran dengan pembesar, tiba-tiba banyak sekali ininya, bak bik buknya, tetapi dengan orang kecil, cepat sekali main tangkapnya. Jadi, kita harus lihat tuh, karena ini kejahatan demokrasi, tidak hanya soal tindak pidana biasa," ujar Refly.

Refly juga mengaku heran apa alasan di balik pembubaran paksa acara diskusi FTA. 

Padahal, acara itu hanya diskusi biasa antar sejumlah aktivis dan tokoh terkait persoalan bangsa. 

Salah satu preman yang membubarkan diskusi di Kemang, Jaksel, adalah si rambut kuncir (kiri). Dia bukan orang sembarangan.
Salah satu preman yang membubarkan diskusi di Kemang, Jaksel, adalah si rambut kuncir (kiri). Dia bukan orang sembarangan. (istimewa)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved