Selasa, 2 Juni 2026

Berita Jakarta

Cegah Terjadinya Kenakalan Remaja, Basri Baco Ungkap Magrib Mengaji Tidak Bebani Pelajar

Magrib Mengaji merupakan program yang membudayakan kembali tradisi membaca Al-quran dengan memberikan materi pembelajaran membaca Iqro’ dan Al-quran.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Sekretaris Tim Pemenangan RIDO, Basri Baco menyebut Magrib Mengaji program yang membudayakan kembali tradisi membaca Al-quran dengan memberikan materi pembelajaran membaca Iqro’ dan Al-quran. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) menyatakan, Magrib Mengaji merupakan program yang membudayakan kembali tradisi membaca Al-quran dengan memberikan materi pembelajaran membaca Iqro’ dan Al-quran.

Program ini bahkan sudah diterapkan Ridwan Kamil saat menjabat Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

“Program Magrib Mengaji ini juga pernah diluncurkan oleh Gubernur Jakarta sebelumnya, Anies Baswedan,” ujar Sekretaris Tim Pemenangan RIDO, Basri Baco pada Selasa (1/10/2024) malam.

Hal itu dikatakan Baco untuk menanggapi pernyataan Calon Gubernur nomor urut 03 yaitu Pramono Anung.

Pramono menganggap, program Magrib Mengaji akan membebani pelajar, selain itu program tersebut juga terkesan mempolitisasi agama.

“Program ini bertujuan untuk menggantikan tradisi berkumpulnya anak-anak di masjid setelah magrib hingga isya'. Daripada mereka sibuk main gadget, kami arahkan untuk belajar atau mengaji Al-quran,” jelas Baco.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini juga menyangkal pernyataan Pramono Anung bahwa Program Magrib Mengaji ini akan membebani pelajar.

Baca juga: Jadi Calon Pimpinan DPRD DKI, Basri Baco Komitmen Perbaiki Kualitas Pendidikan di Jakarta

Pasalnya siswa-siswi akan tetap berada di sekolah sampai magrib.

“Pramono ini gagal paham. Nggak begitu konsepnya. Siswa tetap belajar di sekolah seperti biasa dan pulang juga sama seperti biasa. Hanya saja, ketika sudah sampai rumah, pelajar diharuskan mengaji di masjid, mushala atau ke guru ngaji di sekitar tempat tinggal masing-masing,” ungkap Baco.

Nantinya, lanjut anggota Komisi E (Bidang Pendidikan) DPRD DKI Jakarta 2019-2024 ini, pelajar akan diberi buku monitoring dari sekolah.

Di situ ada batas akhir mengaji, tanda tangan guru ngaji dan diketahui orang tua.

Selain untuk meningkatkan pengetahuan agama bagi siswa muslim, Program Magrib Mengaji juga bertujuan untuk mengurangi kenakalan remaja.

Dia mencontohkan kenal akan remaja sseperti tawuran, geng motor, mabuk miras, narkoba dan lainnya.

"Targetnya menjadikan masjid sebagai safe house atau tempat aman bagi remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan. Sekarang ini banyak sekali, terutama anak-anak muda, melakukan tawuran dan narkoba,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Program Magrib Mengaji juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved