Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional

Polri Prihatin Preman Bubarkan Diskusi di Kemang Jaksel, PKB: Demokrasi Tercoreng

Polri sangat menyesali apa yang dilakukan sekelompok preman bertindak anarkis di sebuah acara diskusi. Minta itu tak diulangi.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
istimewa
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko minta semua pihak menghormati kebebasan berpendapat di alam demokrasi ini, tidak berbuat rusuh seperti yang dilakukan sekelompok preman pada sebuah acara diskusi di Kemang, Sabtu (28/9/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Publik dikejutkan oleh aksi anarkis yang dilakukan sekelompok preman saat acara diskusi "Silaturahmi Kebangsaan Diaspora Bersama Tokoh dan Aktivis Nasional" yang digelar oleh Forum Tanah Air (FTA) di Hotel Grand Kemang, Kemang Jakarta Selata, Sabtu (28/9/2024). 

Preman berkulit hitam membabi buta merusak perlengkapan diskusi, mulai dari spanduk hingga mikrofon.

Aksi premanisme itu pun menuai hujatan, karena dilakukan tanpa alasan jelas.

Karena itu, setelah aksi premanisme ini ramai, polisi langsung mengamankan sejumlah preman.

"Telah kita amankan beberapa pelaku, nanti lebih lengkapnya akan disampaikan Polda Metro Jaya," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Minggu (29/9/2024). 

Baca juga: Ini Versi Wakapolda Preman Bubarkan Diskusi di Kemang Jaksel, Refly Harun: Siapa Aktor Utamanya?

Trunoyudo mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

Selain itu, Trunoyudo mengajak seluruh pihak menciptakan alam demokrasi yang lebih baik dengan menghargai kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh konstitusi. 

"Kita imbau seluruh pihak untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban, dan menjaga alam demokrasi, kebebasan berpendapat dilindungi oleh konstitusi yang harus dihormati," katanya. 

Adapun acara diskusi diaspora dihadiri oleh sejumlah tokoh dan aktivis nasional membahas tentang isu kebangsaan dan kenegaraan. 

Baca juga: Peran 5 Pelaku Pembubaran Diskusi di Hotel Grand Kemang, Refly Harun Minta Dalang Dibongkar

Beberapa tokoh diundang sebagai narasumber, di antaranya pakar hukum tata negara Refly Harun, Said Dieu, Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah dan Soenarko. 

Sayang acara diskusi tak berjalan mulus, setelah sekelompok preman melakukan pembubaran paksa dengan merusak panggung, menyobek backdrop, dan mengancam para peserta yang hadir.

Wakil Ketua Harian PKB Najmi Mumtaza Rabbany menyesalkan pembubaran diskusi Forum Tanah Air (FTA) itu.
Wakil Ketua Harian PKB Najmi Mumtaza Rabbany menyesalkan pembubaran diskusi Forum Tanah Air (FTA) itu. (indoposco.id)

Wakil Ketua Harian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Najmi Mumtaza Rabbany menyesalkan pembubaran diskusi Forum Tanah Air (FTA) itu.

Ia menganggap diskusi yang dibubarkan preman itu mengganggu situasi demokrasi di Tanah Air. 

“Kejadian ini sangat mengganggu kita semua. Terutama, bagi kita yang percaya pada demokrasi dan hak asasi manusia,” ujar Najmi.

Ia menyebutkan, kebebasan berpendapat dan berkumpul telah diatur pada Pasal 28E dan 28F Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved