Jumat, 12 Juni 2026

Pilkada Jakarta

Blak-blakan Pramono Anung Ungkap Cara Dapat Simpati Warga Jakarta Jelang Pilkada 2024

Calon gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan beberapa strategi kampanye saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024

Tayang:
Warta Kota
Calon Gubernur DKI, Pramono Anung mengungkapkan cara dirinya mendapat simpati warga Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan beberapa strategi kampanye saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.

Diketahui, berdasarkan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tahapan kampanye dimulai pada 25 September 2024 sampai dengan 23 November 2024.

"Ada kampanye yang bersifat keras (hard campaign), lembut (soft campaign), sosialisasi dan pintu ke pintu (door to door)," kata Pramono, Minggu (22/9/2024).

Pramono bersama Rano Karno juga terus melakukan kunjungan ke para tokoh di kota Metropolis ini dalam rangka silaturahmi dan belajar soal Jakarta.

"Semuanya kami lakukan, termasuk Jakarta ini kan unik, banyak sekali para tokoh yang ada di Jakarta, yang perlu didatangi, silaturahmi," ujar Pramono.

Belum lama ini, Pramono juga menyebut sudah mendatangi sejumlah tokoh Jakarta, nasional, hingga ulama, seperti bertemu dengan Haji Nurli Tahir yang menjadi keinginan Pramono dari lama.

Baca juga: Elektabilitas Ridwan Kamil Melejit Versi LSI di Pilkada Jakarta 2024, Apa Reaksi Pramono Anung?

"Cara-cara seperti itu yang kemudian dilihat orang, mendapatkan simpati publik, kita ingin menampilkan apa adanya, kita tidak akan menyampaikan hal yang bersifat jargon-jargon, tapi lebih kepada realitas yang bisa kami lakukan, kalau kami mendapatkan amanah," ujar Pramono.

Pramono dengan Rano bertekad untuk terus berjuang demi kemenangan di Pilkada Jakarta 2024 pada November mendatang.

Apalagi, Pramono saat ini sudah tidak lagi ada tanggung jawab sebagai Sekretaris Kabinet.

"Kami berdua sudah sepakat, sebenarnya dari sekarang pun kami sudah melakukan sosialisasi, seperti hari ini saya mungkin sudah sembilan titik. Dengan di dalam Seskab tadi, karena tadi pagi masih sebagai Seskab, hari ini sudah mendapatkan Keppres dan sudah perpisahan dengan seluruh staf kami, sehingga saya akan lebih gampang untuk menyerahkan," jelas Pramono.

Bicara soal perang dingin Jokowi dan PDIP 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan cara menghadapi hubungan PDIP dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang panas dingin di akhir pemerintahan. 

Hal itu diungkapkan Pramono Anung saat undur diri dari Kementerian Sekretaris Kabinet jelang Pilkada Jakarta 2024 pada Jumat (20/9/2024). 

Diketahui Pramono Anung maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2024 sehingga memutuskan lebih dulu mangkat dari jabatan sebagai Sekretaris Kabinet. 

Pramono Anung akan resmi meninggalkan jabatan menteri pada 22 September 2024 mendatang. 

Di momen perpisahan, Pramono Anung mengakui bahwa hubungan Presiden Jokowi sebagai bosnya dan partainya PDIP panas dingin.

Baca juga: Pramono Anung Tidak Sangka Elektabilitasnya Capai 28,4 Persen Setelah Pekan Pertama Daftar ke KPUD

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved