Sabtu, 25 April 2026

Memunculkan Jiwa Petarung demi Status "Atlet PB Djarum"

Pebulu tangkis usia muda yang melakoni audisi umum demi menjadi atlet PB Djarum tak cuma peserta baru. Peserta yang berulang kali mencoba pun ada.

Editor: Eko Priyono
Warta Kota/HO/Megapro Communications
Pebulu tangkis cilik La Ode Muhammad Ahsan Kamil sewaktu bertanding di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Para atlet belia dari berbagai daerah di Indonesia setiap tahunnya berlomba-lomba merebut beasiswa bulu tangkis dan menyandang status atlet PB Djarum.

Alhasil, peserta yang mengikuti Audisi Umum PB Djarum--ajang pencarian bakat pebulu tangkis usia muda--tak hanya diikuti atlet baru melainkan atlet yang sudah pernah mengikuti audisi di tahun-tahun sebelumnya.

Seperti yang dilakoni La Ode Muhammad Ahsan Kamil pada Audisi Umum PB Djarum 2024, Selasa-Sabtu (10-14/9/2024).

Ahsan, sapaan karib atlet asal Kota Sorong, Papua Barat Daya ini tercatat menjadi salah satu peserta kategori di bawah usia 11 tahun (U-11).

Sebelumnya ia sudah tiga kali mengikuti audisi sejak tahun 2022. Pada kesempatan pertama, upayanya terhenti di tahap screening kedua.

Tahun lalu, ia sanggup mencapai tahap turnamen pertama meski tak berujung status beasiswa atlet PB Djarum.

Kendati dua kali gagal meraih Super Tiket, Ahsan enggan patah arang. Tahun ini, ia kembali menginjakkan kaki dari Sorong ke Kudus untuk bersaing di kelompok U-11.

Sosok Kevin Sanjaya memiliki peranan penting karena menjadi sumber inspirasi sekaligus sosok idola bagi Ahsan.

"Saya ingin seperti Kevin Sanjaya karena memulai karier sebagai atlet binaan PB Djarum, sehingga akhirnya bisa menjadi juara dunia. Karena Kevin juga saya sangat ingin lolos ke tahap karantina dan diterima sebagai atlet binaan PB Djarum," kata Ahsan di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2024).

Apa yang dilakukan Ahsan sebelum berjuang di audisi tahun ini?

Ia mengaku telah menjalani latihan secara intensif bersama klub PB Champion Kudus selama tiga bulan.

Ia menjalani latihan fisik hingga teknik di bawah pelatih Erick Eriawan dan jauh dari jangkauan orangtua.

"Saya sudah tiga bulan berlatih di Kudus supaya di audisi tahun ini ada progres dari dua tahun sebelumnya. Walaupun saya di sini sendiri tidak didampingi orangtua, tapi mereka selalu mengingatkan saya untuk latihan serius dan mengikuti setiap instruksi dari pelatih. Sayangnya saya kalah di 64 besar tapi semoga bisa mendapat Super Tiket dari tim pencari bakat,” ucap Ahsan.

Mental baja

Seperti Ahsan, peserta yang kembali berusaha mengejar mimpi untuk menjadi atlet PB Djarum adalah Leona Afifa yang bersaing di KU 12.

Sebelumnya, ia pernah mengikuti audisi pada tahun 2022 dan menembus hingga tahap karantina.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved