Senin, 8 Juni 2026

Indonesia Open 2026

Melaju ke Final Polytron Indonesia Open 2026, Jonatan Christie Bicara Plus Minus Atlet Non Pelatnas

Jonatan Christie mengungkapkan perbedaan yang ia rasakan sejak berstatus atlet independen atau non-Pelatnas.

Tayang:
Penulis: Abdul Majid | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
PBSI
ATLET NON PELATNAS - Jonatan Christie mengungkapkan perbedaan yang ia rasakan sejak berstatus atlet independen atau non-Pelatnas. Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, di Piala Sudirman 2025 di Xiamen Fenghuang Gymnasium, China, Jumat (2/5/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengungkapkan perbedaan yang ia rasakan sejak berstatus atlet independen atau non-Pelatnas
  • Jonatan pada 15 Mei 2025 telah memutuskan untuk keluar dari pelatnas PBSI dan beralih sebagai pebulutangkis independen atau non pelatnas
  • Kebutuhan akan fleksibelitas waktu hingga perannya sebagai kepala keluarga jadi salah satu alasannya untuk berkarier di luar pelatnas

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengungkapkan perbedaan yang ia rasakan sejak berstatus atlet independen atau non-Pelatnas.

Seperti diketahui, Jonatan pada 15 Mei 2025 telah memutuskan untuk keluar dari pelatnas PBSI dan beralih sebagai pebulutangkis independen atau non pelatnas.

Kebutuhan akan fleksibelitas waktu hingga perannya sebagai kepala keluarga jadi salah satu alasannya untuk berkarier di luar pelatnas.

Menurutnya, salah satu perubahan terbesar bukan terletak pada beban pertandingan maupun faktor hadiah, melainkan pola komunikasi yang lebih terbuka dengan tim pendukung. 

Baca juga: Masuk Babak Final Indonesia Open untuk Pertama Kali, Jonatan Christie: Saya Menantikan Sejak Lama

Jonatan berhasil menembus final Indonesia Open 2026, pencapaian yang langsung memunculkan pertanyaan mengenai dampak status barunya di luar Pelatnas terhadap performanya di lapangan. 

Menanggapi hal tersebut, Jonatan menegaskan bahwa aspek finansial bukan faktor yang membuatnya lebih termotivasi saat ini. 

"Hadiah di dalam (pelantas) sama di luar itu sama saja, malah lebih besar di dalam karena enggak perlu keluar biaya apa-apa," kata Jonatan sambil tersenyum. 

Pemain yang akrab disapa Jojo itu menjelaskan, sebagai atlet non pelatnas ia harus menanggung berbagai kebutuhan tim saat mengikuti turnamen, mulai tiket perjalanan, hotel, hingga konsumsi. 

Baca juga: Singkirkan Lakshya Sen, Alwi Farhan Berambisi Jegal Jonatan Christie: Bidik Tiket Perempat Final

"Sekali berangkat bisa bawa tiga sampai empat orang, tujuan utamanya malah supaya balik modal," ujarnya. 

Meski demikian, Jojo mengakui ada perbedaan yang cukup terasa dalam proses persiapan dan evaluasi performa. 

Jika saat masih berada di Pelatnas keputusan lebih banyak berada di tangan pelatih karena adanya tanggung jawab ke pengurus, kini komunikasi berjalan lebih fleksibel dan dua arah. 

"Kalau sekarang saya bisa lebih banyak berkomunikasi dua arah, bisa saling tukar pikiran mengenai apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa," jelasnya. 

Baca juga: Status Baru dan Semangat yang Tetap Sama, Jonatan Christie Siap Bawa Indonesia Juara Thomas Cup 2026

Menurut Jojo, diskusi tersebut tidak hanya melibatkan pelatih teknik, tetapi juga tim fisik, fisioterapis, hingga psikolog olahraga. 

Semua pihak memberikan pandangan dari bidang masing-masing sebelum menentukan program yang tepat. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved