Kamis, 30 April 2026

Awas, Atlet Lolos Audisi Umum PB Djarum Rawan Terlena

Legenda bulu tangkis Indonesia Maria Kristin menyebut atlet yang lolos audisi umum bulu tangkis dan dibina klub PB Djarum rawan terlena.

Tayang:
Editor: Eko Priyono
Warta Kota/HO/Megapro Communications
Peserta Audisi Umum PB Djarum dari KU 12 Putra, Erino Azzam Baiduzzaman sedang beraksi di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia di antaranya Maria Kristin, Kevin Sanjaya, Liliyana Natsir, dan Susy Susanti memonitor rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2024 yang berlangsung di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2024).

Mereka memantau bakat-bakat dari para peserta yang dinilai layak untuk mendapatkan "Super Tiket" dan melaju ke tahap karantina.

Maria Kristin, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 mengapresiasi ribuan peserta yang berpeluh keringat mengerahkan kemampuan terbaik demi melaju ke tahap berikutnya.

Ia menilai tak sedikit dari atlet belia memiliki teknik yang cukup baik dan daya juang tinggi.

"Audisi tahun ini cukup menarik, dengan usia mereka yang masih muda ternyata semangatnya luar biasa dan tak jarang yang masih kecil U-11 (di bawah usia 11 tahun) juga tekniknya sudah cukup bagus. Kriteria dari saya, untuk atlet putri ya dari segi teknik, footwork, dan yang penting juga daya juang di lapangan," kata Maria.

Sebagai sosok yang pernah melatih atlet lulusan audisi PB Djarum, Maria menyebut elemen yang tak kalah penting adalah seputar motivasi.

Pasalnya tidak sedikit atlet yang baru bergabung menjadi pemain binaan PB Djarum merasa terlena dan puas dengan capaian tersebut.

Padahal, menjalani pelatihan dan pembinaan di asrama PB Djarum baru langkah awal untuk menapaki perjalanan panjang sebagai atlet bulu tangkis profesional.

"Mereka harus bisa menjaga motivasinya. Jangan sampai ketika menjalani seleksi motivasinya besar, tapi ketika sudah masuk PB Djarum motivasinya justru menurun. Sebab masih banyak rangkaian proses yang harus mereka lalui, mulai dari latihan teknik, fisik, mental, bahkan mengikuti turnamen,," ujar Maria yang berharap atlet hasil audisi mencetak sejarah baru di Olimpiade dan menjaga mata rantai regenerasi atlet putri di Indonesia.

"Semoga capaian yang diraih saya maupun Gregoria Mariska Tunjung pada Olimpiade terus berlanjut bahkan lebih tinggi dengan meraih medali emas di Olimpiade," sambung peraih medali emas SEA Games Perseorangan tahun 2007.

Pada audisi tahun ini, Maria bersama Debby Susanto menjalani sesi meet and greet bersama peserta dari berbagai daerah di Tanah Air.

Mereka menyapa, memberi tanda tangan, hingga berfoto bersama peserta audisi.

Menurut Debby, hal ini membuat dirinya teringat masa dahulu ketika masih belia dan bertemu dengan sosok atlet idola.

"Seru sih sesi meet and greet tadi karena bisa menyapa dan memberi semangat peserta. Apalagi mereka banyak yang datang dari luar pulau Jawa. Ya pasti ini jadi motivasi juga kebanggaan untuk peserta supaya mereka semangat menggapai cita-citanya," ujar Debby.

"Nostalgia sih sebenarnya, waktu kecil kan melihat atlet-atlet profesional itu mengagumi mereka salah satunya Taufik Hidayat ketika waktu PON 2004 itu aku sampai ngejar-ngejar untuk foto," sambung juara All England Super Series Premier 2016 (Ganda Campuran).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved